31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Tolak Pabrik Semen, Usung Boneka Pocong

SEMARANG – Puluhan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa universitas di Jateng menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng, Senin (9/1). Mereka meminta agar Pemprov Jateng mencabut izin pembangunan pabrik semen di Rembang.

Dalam aksinya, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang memuat soal penolakan pabrik semen Rembang. Selain itu, demonstran juga menyuguhkan aksi teatrikal. Mereka membawa keranda dan boneka menyerupai pocong. Rangkaian aksi tersebut seolah menggambarkan bahwa hati nurani Pemprov Jateng sudah mati jika pabrik semen jadi beroperasi.

Salah satu demonstran, Fladimer menjelaskan, aksi ini murni dilakukan mahasiswa demi keseimbangan alam di wilayah Pegunungan Kendeng. Tidak ada sangkut paut atau dorongan dari rival PT Semen Indonesia. ”Kami tulus tidak membawa embel-embel unsur selain mahasiswa,” jelasnya.

Dijelaskan, pihaknya ingin menyampaikan aspirasi kepada DPRD Jateng sebagai wakil rakyat. Mereka ingin DPRD ikut mendorong gubernur untuk mematuhi putusan MA dengan mencabut izin, dan melakukan morotarium pabrik semen.

Aksi ini juga wujud dukungan moril kepada warga Rembang yang sudah menginap di depan kantor gubernur selama 22 hari. ”Kami merasa miris melihat warganya sudah gerak tapi bapak-bapak ibu-ibu yang ada di eksekutif itu kok, seakan diam dan tidak merespons sama sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gunretno tampak dalam kerumunan mahasiswa. Ketika ditemui, dia mengaku akan terus melakukan aksi hingga Pemprov Jateng membatalkan pendirian pabrik semen di Rembang.

”Sebenarnya rencana pendirian pabrik semen bukan hanya di Rembang. Juga di Pati dan Grobogan. Karena itu, kami yang ingin mempedulikan lingkungan, perlu membuat kesepakatan pentingnya untuk memoratorium izin-izin pabrik semen yang ada di Jateng,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news