31 C
Semarang
Senin, 10 Mei 2021

Lukis Kue Kering, Dipesan hingga Sumatera

Bosan dengan bentuk cookies yang begitu-begitu saja, pasangan sahabat Kaisya Ukima dan Diajeng Imas memutuskan membuat cookies menjadi lebih menarik. Dengan bakat melukis yang dimiliki, keduanya mencoba berinovasi membuat cookies dengan bermacam lukisan di atasnya. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MENGGUNAKAN pewarna makanan dan kuas, jemari Kaisya Ukima dan Diajeng Imas terlihat lincah melukiskan berbagai macam gambar di atas cookies. Berbagai karakter seperti Naruto, Luffy, dan beberapa karakter lainnya mereka tuangkan pada kue kering atau kue butter yang juga mereka buat sendiri.

”Awalnya ya itu, kami lihat cookies Lebaran yang kurang menarik. Karena kami memang suka melukis, kemudian kenapa tidak kami tuangkan ke cookies saja,” ujar Ica –sapaan akrab Kaisya Ukima kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat itu, setelah menghasilkan cookies-cookies yang lucu, keduanya lantas memajangnya di akun Instagram. Alhasil, banyak pesanan yang datang kepada mereka. Tidak hanya pesanan dari Semarang, bahkan Art Cookies buatan Ica dan Imas ini pernah dipesan hingga pulau Sumatera.

”Untuk yang ini packing-nya agak PR (ribet). Soalnya kan cookies itu kering, harus di-packing dengan benar agar tidak pecah. Dan, Alhamdulillah bisa sampai tujuan dengan selamat,” katanya sembari tertawa kecil.

Mengenai waktu yang diperlukan untuk melukis di atas cookies, dikatakan Ica, tergantung dengan karakter yang dilukis. Ada yang membutuhkan waktu singkat, dan ada pula yang membutuhkan waktu cukup lama. Tergantung tingkat kerumitan membuat lukisan.

”Karakter paling susah itu Naruto, kita pernah diminta membuat satu toples berisi Naruto dan teman-temannya hahaha,” ujar Ica sembari menunjukkan tertawa khasnya.

KREATIF: Kaisya Ukima dan Diajeng Imas. (DOKUMEN PRIBADI)
KREATIF: Kaisya Ukima dan Diajeng Imas. (DOKUMEN PRIBADI)

Ica bercerita, cookies buatannya ini tidak hanya disukai oleh kalangan anak-anak. Banyak orang dewasa yang memesan art cookies ini untuk dijadikan sebagai hadiah. Biasanya, mereka memesan untuk hadiah ulang tahun, anniversary, hari valentine, dan hari-hari spesial lainnya.

”Biasanya juga sekalian dikasih ucapan-ucapan gitu. Sebagai kado untuk orang terdekat,” kata dia.

Ica dan Imas sempat kewalahan saking banyaknya pesanan yang datang, terutama menjelang hari Lebaran. Pasalnya, untuk membuat art cookies ini, keduanya harus melukisnya satu per satu. Sementara pesanan menjelang lebaran yang saat itu membeludak harus dikerjakan berdua saja. ”Malah sempet sebulan aku tidur di rumah Imas untuk membuat pesanan,” akunya.

Meskipun terkadang merasa capek ketika mendapat pesanan, namun mereka mengaku senang. Karena kegiatan membuat art cookies lukis ini dianggap sebagai penyalur hobi mereka.

”Karena itu passion, jadi seneng aja. Dan satu lagi, ketika orang suka sama karya kami, itu menjadi kepuasan tersendiri buat kami,” kata Ica.

Beberapa orang yang pernah memesan cookies buatan Ica dan Imas mengatakan, kalau cookies ini lain daripada yang lain. Cookies bergambar ini dinilai lucu dan unik, selain rasanya yang juga enak. Tak jarang mereka yang memesan cookies ini tidak tega untuk memakannya, karena suka dengan gambar yang ada pada cookies tersebut.

”Ada yang nggak tega. Tapi kan itu memang makanan, jadi ya harus dimakan,” ucapnya.

Satu toples dengan isi 21 cookies, rata-rata dijual dengan harga Rp 75 ribu. Untuk karakter yang susah, tentunya mereka akan mematok harga lebih mahal. (*/aro/ce1)

Latest news

Related news