31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Penerbitan Paspor Lemot

”Gangguan ini bukan berarti tidak bisa menerbitkan paspor sama sekali. Bisa, tapi sangat lemot.” Himron Mansur, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang

SEMARANG – Penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang tersendat sejak Kamis (5/1) lalu. Hal ini disebabkan sistem pada server pusat data keimigrasian (Pusdakim) di Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengalami gangguan. Akibat gangguan teknis ini, penerbitan paspor jadi tersendat. Baik di pelayanan perpanjangan paspor maupun pengajuan paspor baru.

Heni Purwanti, warga Ungaran yang tengah mengurus perpanjangan paspor tetap mengantre meski tahu paspornya tidak akan terbit dalam waktu dekat ini. ”Yang penting diurus dulu. Kalau sudah bisa dicetak, kan tinggal ngambil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal senada diungkapkan Bregas, warga Purwodadi. Ia mengaku sudah mengambil antrean sejak pukul 06.30. Bregas yang mendapatkan nomor antrean 53, mengaku akan mengurus paspor hingga tahap wawancara, pengambilan foto, dan sidik jari. ”Saya baru tahu ada gangguan pas sampai sini. Ini diurus sebisanya dulu saja,” ujarnya.

Pria yang mengajukan permohonan paspor baru ini berharap, kerusakan server bisa segera diperbaiki. Sebab, jika memakan waktu lama, liburannya terancam batal. ”Rencana minggu depan mau ke Thailand. Kalau paspornya belum jadi, bisa gawat,” cetusnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang, Himron Mansur, menjelaskan, biasanya pihaknya mampu menerbitkan 250-300 paspor per hari. Namun karena ada gangguan server pusat data keimigrasian, saat ini hanya bisa menerbitkan 100-140 paspor per hari.

”Gangguan ini bukan berarti tidak bisa menerbitkan paspor sama sekali. Bisa tapi sangat lemot,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Senin (9/1).

Dijelaskan, tidak hanya di Semarang, semua Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia juga mengalami hal serupa. Karena itu, pihaknya meminta kemakluman pemohon paspor. Pihak Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang pun coba menginformasikan kerusakan server ini lewat beberapa selebaran pengumuman yang ditempelkan di sejumlah sudut ruangan pengurusan paspor.

Himron mengaku, sebenarnya juga merasa tidak enak dengan pemohon paspor. Sebab, tidak sedikit mereka yang datang dari luar Kota Semarang. ”Kalau tidak terlayani dengan baik, kan kasihan. Tapi, kami juga tidak bisa berbuat banyak, karena kondisinya di luar kapasitas kami,” ucapnya.

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang, KJ Karundeng, menambahkan, untuk meminimalisasi kekecewaan tersebut, pihaknya terpaksa membatasi jumlah pemohon paspor. Maksimal 100 orang per hari. Pembatasan itu berlaku khusus Senin (9/1) kemarin. Sebab, masih banyak pemohon yang mengajukan Jumat (6/1) lalu yang belum diproses.

Dia membeberkan, selain terjadi gangguan pada penerbitan paspor, pada Jumat pekan lalu juga terjadi masalah pada proses foto dan wawancara. ”Gangguan itu juga dari pusat langsung. Jadi, pemohon yang belum foto dan wawancara di hari Jumat, akan dilayani hari Senin, dan diprioritaskan antrean awal,” jelasnya.

Terkait lamanya waktu perbaikan server di pusat, pihaknya tidak bisa memberi kepastian. ”Itu di luar kapasitas kami. Yang jelas, kami berharap bisa segera teratasi. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika server sudah berjalan normal, akan diumumkan lewat banyak cara. Bisa lewat website resmi Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang, selebaran yang ditempel di ruangan pengurusan paspor, hingga memberi informasi langsung kepada pemohon paspor.

”Di formulir pengajuan, kan ada kontak pemohon paspor. Nah, yang sudah mengurus tapi belum mendapat paspor, akan kami kabari satu per satu,” paparnya.

Meski proses penerbitan paspor tersendat, tidak menyurutkan masyarakat untuk mengurus paspor. Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pemohon paspor enggan meninggalkan Kantor Imigrasi Kelas I Kota Semarang meski sudah membaca informasi adanya gangguan pada penerbitan. (amh/aro/ce1)

Latest news

Related news