33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Jalan di Perbatasan Memperihatinkan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Kondisi infrastruktur wilayah perbatasan Kabupaten Semarang memprihatinkan. Seperti halnya kondisi infrastruktur yang ada di Desa Lembu, Kecamatan Bancak. Hampir 90 persen baik itu jalan milik kabupaten maupun desa yang ada di wilayah tersebut memiliki kondisi yang memperihatinkan.

Kades Lembu, Mugiyono, berharap Pemerintah Kabupaten Semarang memperhatikan kondisi infrastruktur desanya. “Di sini jalan milik kabupaten dan desa kondisinya sama saja. Sama-sama parah,” keluh Mugiyono, Minggu (8/1).

Desa Lembu sendiri terletak di sebelah timur tenggara wilayah Kabupaten Semarang. Berbatasan langsung dengan wilayah Desa Jatilawang, Kabupaten Boyolali.

Menurut Mugiyono, dengan kondisi infrastruktur seperti itu membuat Desa Lembu semakin terisolasi. Pantauan di lapangan, sepanjang jalan kabupaten yang ada di Desa Lembu serta jalan milik desa tersebut kondisinya kian parah.

Seluruh bagian aspal pada jalan yang memiliki lebar tidak lebih dari empat meter tersebut mengelupas. Sehingga banyak menciptakan lubang-lubang menganga. Di bagian jalan yang lain, lapisan aspal bahkan banyak yang sudah hilang.

Hanya tinggal tanah liat yang apabila hujan semakin memperparah kondisi jalan. Khusus untuk jalan milik Pemkab Semarang, Mugiyono berharap agar segera dilakukan perbaikan. Terutama pada jalan tembus ke Desa Rejosari. Kondisi jalan yang sebagian besar merupakan tanah liat.

Kondisi serupa dialami Desa Popongan. Desa yang berada di Kecamatan Bancak dan berbatasan dengan wilayah Kota Salatiga tersebut memang memiliki kondisi infrastruktur yang memperihatinkan.

Kades Popongan, Muh Amin, mengatakan kondisi tersebut disebabkan karena pengalokasian dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur. “Sebetulnya kami pengin dibangun. Tetapi kalau dibangun dengan dana desa dan ADD akan menghabiskan banyak dana. Kalau digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja nanti takutnya untuk alokasi lain tidak terkejar,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya ingin mengakses anggaran bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi. Namun waktu untuk realisasi anggaran tersebut dinilai masih menjadi kendala. “Kami kan butuhnya segera mungkin. Namun biasanya realisasi dari dana bantuan itu biasanya 5-4 tahun baru terealisasi. Sementara kami butuhnya 2-3 tahun sudah terealisasi,” katanya. (ewb/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...