33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Banyak TKA di Kendal Tak Punya SKTP

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL– Tim Pemantau Orang Asing (Timpora) Kabupaten Kendal menggelar sidak di sejumlah perusahaan. Tim terdiri atas Kesbangpol Kendal, Polres Kendal, Kodim 0715 Kendal, Dinas Tenaga Kerja dan Dispendukcapil. Sidak untuk memantau keluar masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Kendal. Selain itu juga untuk mengantisipasi TKA ilegal masuk ke Kendal.

“Melalui Timpora ini, kami selalu melakukan pemantauan terhadap TKA di Kendal. Dalam satu tahun biasanya kami lakukan dua kali sidak,” kata Kepala Kantor Kesbangpol Kendal, Ferinando Bonay kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dari hasil sidak, tercatat 60 Warga Negara Asing (WNA) di Kendal yang bekerja sebagai TKA dengan status tenaga ahli. TKA yang masuk ke Kendal, kebanyaakan dari Tiongkok, Singapura dan Hongkong. “Namun kami tidak menjumpai adanya TKA ilegal dari perusahaan yang kami lakukan sidak,” ujarnya.

Hanya saja, ada beberapa yang belum memiliki Surat Keterangan Tinggal Penduduk (SKTP). Sehingga mereka diminta untuk segera mengurusnya sebagai bukti domisili saat ini mereka tinggal.

“Selain WNA yang bekerja di perusahaan, ada juga yang belajar atau menuntut ilmu di pondok pesantren. Karena itu, ke depan ia berharap Dinas Pendidikan dan Kemenag juga dilibatkan,” katanya.

Namun Feri mengakui Timpora belum melakukan sidak ke Kawasan Industri Kendal (KIK). Sebab, sejauh ini belum ada pabrik yang beroperasi. Namun ke depan, di KIK juga akan dilakukan sidak.

“Rencananya, pemantauan WNA ini akan kami lakukan lima kali dalam setahun,” tambahnya.

Pemantauan akan dilakukan melalui operasi resmi dengan mekanisme pemberitahuan maupun sidak tanpa pemberitahuan.

Feri menambahkan, keberadaan KIK bukan hanya sebatas pemantauan para pekerja asing. Tapi akan lebih luas lagi. Sebab, jika KIK sudah berkembang menjadi besar, maka tidak menutup kemungkinan akan banyak turis asing yang datang.

Untuk itu, antisipasi dilakukan untuk menangkal adanya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Sehingga pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan upaya penguatan karakter bangsa. Yakni, dilakukan melalui pendidikan wawasan kebangsaan dan pendidikan politik dan paham radikalime. “Terutama menyasar pelajar dan anak-anak muda, sebab mereka yang paling mudah terkena pengaruh,” katanya.

Juru bicara PT KIK, Mifti Haris, membenarkan jika memang kebanyakan perusahaan yang akan berdiri di Kawasan Industri Kendal adalah perusahaan asing. Terutama dari Singapura, Jepang, Tiongkok, Malaysia, Thailand, dan Jerman. “Sejauh ini sudah ada 20 yang mendaftar, lima sedang proses pembangunan, dan satu perusahaan sudah mulai operasi,” bebernya.

CEO PT Jababeka, Setyono Djuandi Darmono, mengatakan , jika KIK adalah salah satu rintisan PT Jababeka dengan menggandeng perusahaan Singapura Sembawa Corporation (Sembcorp). “Berkaca pada PT Jababeka, untuk lahan seluas 500 hektare bisa kami selesaikan dalam waktu tiga tahun. Begitupun KIK ini nantinya, kami harapkan bisa selesai dalam waktu yang sama,” katanya.

Kesuksesan KIK nantinya, sambung Darmono, akan menjadi percontohan dan pemicu tumbuhnya kawasan-kawasann industri lain di Jateng maupun provinsi lain. Karenanya, ia berharap masyarkat Kendal bisa mengambil peran dengan menyiapkan SDM, sehingga bisa mendapat kesempatan pertama dalam penyerapan tenaga kerja. (bud/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...