31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Suka Backpacker-an

MENIKMATI sebuah destinasi wisata dengan menjelajah tempat tersebut dengan cara backpacker lebih dipilih Nastiti Fajarani Soemaatmadja sejak 2009 lalu. Dara cantik yang akrab disapa Asti ini mengaku dengan cara liburan tersebut bisa menekan budget serta mendapat pengalaman seru selama di perjalanan.

”Pengalaman seru menikmati destinasi wisata dengan cara backpacker-an itu bisa jadi kenangan indah yang tidak terlupakan,” kata dara kelahiran Semarang, 2 Januari 1991 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut dia, hobi backpacker membuat dirinya selalu merasa full of suprises, terutama saat berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Juga saat traveling ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

”Kayak pengalaman ke Suku Baduy beberapa tahun lalu, saya sempat tinggal di sana beberapa hari. Saya tidak menggunakan pemandu wisata, tapi memilih berjalan sendiri,” akunya.

Saat di perkampungan Suku Baduy itu, kata Asti, ia bertemu orang yang berasal dari suku asli Baduy Dalam dan ngobrol sok akrab. Mereka dimintai tolong dan hingga Asti mendapatkan tumpangan tidur.

”Tinggal bersama Suku Baduy sangat menyenangkan seperti keluarga sendiri. Di balik komersialnya Baduy, ternyata suku aslinya masih baik-baik,” ucapnya.

Saat ini, Asti masih menyimpan obsesi untuk kembali backpacker-an. Sumbawa dan Papua adalah daerah impiannya. ”Untuk luar negeri ingin keliling Eropa, kayaknya menantang banget,” tuturnya. (den/aro/ce1)

Latest news

Related news