33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Spesial Menu, Mie Bumbu Minang Kuah Susu

Mie Padang, yang Tak Ada di Padang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BAGI pecinta pedas, mie level bisa menjadi salah satu pilihan untuk memuaskan hasrat. Namun, bagi yang bosan dengan varian mie yang itu-itu saja, olahan mie Padang bisa menjadi alternatif pilihan untuk rujukan makan pedas.

Di Jalan Sumurboto 3, tepatnya di belakang kantor Kecamatan Banyumanik, terdapat satu kedai yang menyediakan olahan mie dengan menggunakan bumbu Minang asli. ”Kami menyebutnya mie Padang. Walaupun di Padang sendiri tidak ada mie Padang sebenarnya,” ujar Sari Pandu, pengelola kedai mie Padang ini.

Bahkan ia menceritakan, beberapa orang asli Padang justru baru mengetahui adanya mie Padang ketika datang ke tempatnya, karena di daerah asalnya memang tidak pernah ada yang namanya mie Padang. ”Kalau nasi goreng Padang ada. Mereka bilang begini, saya asli Padang tapi baru ini saya menemukan mie Padang,” ujarnya menirukan.

Dirinya menjelaskan, penamaan mie Padang ini dikarenakan selain diolah dengan bumbu Minang, mie di tempatnya ini memiliki warna merah yang identik dengan warna kripik Sinjai asli Padang. Warna merah ini, tutur Sari, dihasilkan dari cabe keriting merah yang digunakan ibu mertuanya, keturunan Minang asli, sebagai bahan membuat bumbu Minang untuk olahan mie di kedainya.

Selain pedas, rasa bumbu Minang terasa sekali pada setiap untai mie lembut dan empuk olahan kedai Sari ini. Rasa pedas, gurih dan sedikit manis menyatu menciptakan cita rasa yang unik. ”Kalau di sini yang paling banyak di sukai itu mie kuah susu. Karena memang beda rasanya,” jelas Sari.

Seperti di tempat lain, di kedai ini pengunjung bisa memesan tingkat kepedasan mie sesuai dengan selera. Bagi yang suka pedas, bisa memesan se porsi mie dengan level 13. Level ini merupakan level tertinggi, meskipun kata Sari pernah ada yang mencoba hingga level 16. ”Kalau yang 16 ya rasanya sudah cabe banget. Sudah pedes banget itu,” kata dia.

Kendati demikian, Sari juga menyediakan level nol untuk mereka yang belum bersahabat dengan rasa pedas. Level ini merupakan level penolong bagi mereka yang ingin menikmati mie Padang namun tidak kuat dengan cita rasa pedas. Biarpun level nol, cita rasa pedas masih bisa sedikit dirasakan dalam olahan mie dengan bumbu Minang ini.

Harga satu porsi mie Padang tidak terlalu mahal. Beroperasi di lingkungan mahasiswa, satu porsi mie Padang dipatok dengan harga 10ribu rupiah. Sementara itu, untuk mie kuah susu bisa dinikmati dengan harga 4 ribu lebih mahal. “Pengunjung bisa memilih toppingnya. Tambahannya juga ada bakso jamur, dan ada pangsitnya juga. Milih sesuai yang diinginkan,” kata dia.

Di kedai mie Padang yang diklaim satu satunya di Semarang ini, pengunjung bisa memesan beberapa menu yang disediakan. Seperti Mie Padang, mie padang kuah susu, nasi goreng Padang, mie saos kacang, dan beberapa menu lainnya. ”Ke depan rencananya mau nambah varian seperti mie Padang daging ayam rendang, ceker rendang, kikil rendang,” jelasnya sembari menambahkan bahwa kedai ini buka setiap senin hingga sabtu, pukul 10 pagi hingga 9 malam.

Shela, salah satu mahasiswa Undip yang pernah menikmati mie Padang mengatakan bahwa mie ini cukup berbeda. Ia mengaku tertantang untuk mencoba level yang lebih tinggi setelah merasakan level 5 di kedai ini. ”Kayak uji nyali gitu ya. Biasanya sama temen itu kuat-kuatan, sampe level berapa gitu. Yang kalah bayar,” ujarnya sembari tertawa. (sga/smu)

 

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jelang Buka Luhur, Peziarah Sunah Kudus Makin Banyak

RADARSEMARANG.COM, Jelang uka luwur 10 Syuro peziarah di makam Sunan Kudus semakin ramai. Bahkan, dini hari tadi pun paseban area makam tidak sepi pengunjung....

Borobudur Dijaga Tiga Lapis

MUNGKID—Keamanan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, saat aksi peduli Rohingya oleh sejumlah ormas menjadi prioritas. Untuk diketahui, aksu peduli Rohingya akan digelar pada hari...

Bagikan Kaos Yaris, Titik Disanksi

SALATIGA-Terpidana kasus korupsi pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga Titik Kirnaningsih mendapatkan sanksi teguran. Istri calon wali kota Yuliyanto ini ketahuan membaguikan kaos bertuliskan...

Gandeng Santri, Awasi Jalannya Pemilu

UNGARAN–Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) diminta ikut aktif dalam melakukan pengawasan saat ajang Pilgub Jateng 2018 mendatang. Sebagai implementasi pengawasan partisipatif. Hal itu dikatakan oleh...

Asyiknya Belajar Prakarya dengan’’OPA YA”

RADARSEMARANG.COM - MATA pelajaran Prakarya untuk tingkat SMP memiliki tujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri peserta didik melalui produk yang dihasilkan...

2018 Pusat Kota Demak Bersih dari PKL

DEMAK - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Kiai Singkil (kawasan Pendopo) ke tempat baru dikawasan depan SMPN 5 tidak akan...