33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Segera Realisasikan Tlogo Park

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pemprov Jateng berencana mengalihkan objek wisata Jateng Park dari Wanawisata Penggaron, Susukan, ke Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertimbangannya, lahan di Tlogo merupakan aset milik pemprov, sementara di Penggaron, harus join dengan Perum Perhutani.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jateng, Sudjarwanto mengaku, progres proyek Jateng Park di Penggaron tergolong sangat lambat. Sudah bertahun-tahun, negosiasi dengan Perum Perhutani dianggap stagnan. Jadi butuh alternatif lain agar proyek Jateng Park bisa segera terealisasi.

Dijelaskan, wacana perpindahan pengembangan itu sudah disampaikan kepada Gubernur Jateng. Dalam waktu dekat ini, akan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait. ”Karena pengembangan Jateng Park saat ini diserahkan ke PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah),” ucapnya, Jumat (6/1).

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana mengaku setuju jika Jateng Park ke Tlogo. Dia menganggap, akan lebih menguntungkan dibandingkan dibangun di hutan Penggaron. ”Saya harap pemprov segera mengambil keputusan dengan rencana perpindahan tersebut. Kalau bisa bulan ini sudah dieksekusi,” tegasnya.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pengembangan Jateng Park di hutan Penggaron dianggap tidak mungkin, karena Pemprov Jateng tidak punya lahan sendiri. ”Kami butuh wujud nyata, saya sangat mendukung kalau Jateng Park dipindah,” imbuhnya.

Dari kacamatanya, banyak kelebihan yang diperoleh jika dikembangkan di Tlogo. Misalnya, dari aspek regulasi lebih mudah, karena lahan di Tlogo Tuntang adalah aset pemprov, bukan milik Perhutani. Selain itu, pembagian saham tidak rumit. Karena hanya melibatkan pemprov, Pemkab Semarang dan investor.

Kelebihan lain, area tersebut tak jauh dari pintu keluar tol Bawen. Sehingga, ketika proyek jalan tol trans Jawa selesai, maka masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menuju lokasi sangat mudah. ”Lahan seluas 400 hektare di Tlogo Park, jika hanya dimanfaatkan untuk pengembangan Jateng Park sekitar 10 persen, sudah lebih dari cukup,” ucapnya.

Senada diungkapkan anggota Komisi B DPRD Jateng lain, Achsin Maruf. Dia mengaku sudah berulangkali mendapatkan pertanyaan dari warga Kabupaten Semarang mengenai keberlanjutan pengembangan Jateng Park di hutan Penggaron. Faktanya, proyek itu hingga kini tidak kunjung ada perkembangan. ”Masyarakat sudah berulangkali menanyakan, mereka butuh keujujuran dari pemprov, jadi atau tidak dikembangkan,” bebernya. (amh/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penjualan Fashion Capai Puncak

SEMARANG - Memsuki pekan terakhir jelang Idul Fitri, tren penjualan fashion terus mengalami puncak. Hal ini dikarenakan meningkatnya daya beli masyarakat, perilaku konsumtif, hingga...

Sinden Tak Hanya Andalkan Suara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepuluh finalis kategori umum bersaing untuk dinobatkan menjadi Sinden Idol 2018 di Pendapa Amarta Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Minggu...

Penuhi Kriteria BCB, Distaru Harus Tegas

RADARSEMARANG.COM - Aset bangunan kuno yang diduga merupakan Bangunan Cagar Budaya (BCB) di Kota Semarang minim perhatian dari Pemkot Semarang. Hingga kini masih banyak...

Nama Tionghoa untuk Zarra Zetira

Komentar Zara Zettira, via Twitter Kalau namaku jadinya bagaimana dalam huruf Chinese? Komentar Disway: Zettira yang cantik, Anda serius ingin punya nama Tionghoa? Saya lihat ada empat pola...

Diduga Korsleting, Mobil Ludes Terbakar

KEBUMEN – Diduga akibat terjadinya hubungan arus pendek, satu unit mobil Suzuki Carry ludes terbakar. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/3) di Jalan Revolusi...

Hotel Hadapi Low Season

MAGELANG–Ramadan menjadi periode low season bagi sejumlah hotel di Kota Magelang. Seperti okupansi Atria Hotel Magelang (AHM), saat ini berkisar di angka 30 persen....