33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Banjir, Tiga Pasang Pengantin Gagal Nikah

Digelar Kirab Merah Putih

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

PEKALONGAN-Nikah masal yang digelar setiap tahun dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat Pekalongan, sedianya diikuti 24 pasangan. Namun karena dua pasangan sedang menjadi korban banjir dan satu pasangan sakit, tinggal 20 pasang.

Meski begitu, yang terlihat hanya ada dua pasangan yang melakukan akad nikah di Kanzus Sholawat. Karena secara agama, belasan pasangan lain sudah pernah melakukan ijab qabul, hanya saja belum dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Sehingga mereka hanya mencatatkan pernikahannya saja untuk mendapatkan buku nikah.

Salah seorang peserta nikah masal, Suminta, 44, mengakui sudah menikah siri dengan istrinya selama 2,5 tahun dan saat ini ingin memiliki surat resmi agar gampang mengurus administrasi buat anak-anaknya ke depan. “Saya dengar ada nikah masal, karena memang lagi ingin punya surat nikah resmi, jadi daftar,” paparnya sambil menggendong anaknya.

Sedangkan pasangan nikah masal lain adalah Abdullah, 63, dan Tri Puji Rahayu, 65, warga Soko, Pekalongan. Pasangan ini, baru melakukan ijab qabul pertama kalinya, di usia yang sudah tidak muda lagi. Pasangan ini menjadi pasangan tertua. “Baru menikah pertama ini, nggak punya uang untuk menikah dan kendala ekonomi juga,” ungkapnya. Sementara untuk pasangan termuda berusia 19 tahun.

Ketua Panitia Maulid Nabi, AKBP Enriko Silalahi menyampaikan bahwa nikah masal bisa menjadi kegiatan rutin untuk membantu pasangan yang kesulitan mencatatkan pernikahannya di KUA. “Ini salah satu bentuk peran serta kami kepada masyarakat. Semoga pengantin bisa menjadi keluarga yang sejahtera, berkah rezekinya dan sakinah mawadah wa rohmah,” harapnya.

Sementara itu, di hari yang sama Jumat (6/1) kemarin, 500 peserta mengikuti Kirab Merah Putih dalam rangka Peringatan Maulid Nabi. Peserta kirab terdiri atas TNI, polisi, organisasi masyarakat (ormas) dan pelajar dari dua daerah yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. Kirab tersebut diberangkatkan dari Warungasem, Kabupaten Batang. Tepatnya MTs Wahid Hasyim dan berakhir di Alun-Alun Kota Pekalongan, sebagai tempat penyerahan bendera merah putih yang akan digunakan untuk pawai Panjang Jimat, Sabtu (7/1) ini.

Koordinator Pawai Kirab Merah Putih, Wakhidun menjelaskan bahwa Kirab Merah Putih ini sebagai langkah awal dari kegiatan tersebut. Pasalnya, setelah Kirab Merah Putih, akan dilakukan Apel Merah Mutih dan ikrar NKRI di Alun-Alun Kota Pekalongan, silaturahmi Mursyid Thoriqoh bersama TNI dan Polri di Kantor DPU Kabupaten Pekalongan, Pawai Panjang Jimat yang akan dimulai dari Alun-Alun menuju Lapangan Jetayu. Baru keesokan harinya adalah acara inti yakni maulid nabi. Sementara itu, untuk tamu luar negeri yang akan menghadiri acara maulid nabi di Kanzus Sholawat antara lain ulama dari Syiria, Libanon, dan Yaman. “Tujuan Kirab Merah Putih ini untuk mengembalikan semangat juang dan mengingatkan nasionalisme kita,” imbuhnya. (tin/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...