33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Madu Mengantarkan Jadi Kepala Desa

Menilik Kesuksesan Mulyono Beternak Lebah Madu

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Siapa sangka, dari madu nasib orang bisa berubah. Seperti apa yang dialami oleh Mulyono selaku Kepala Desa Cukil Kecamatan Tengaran ini. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO, Tengaran

MADU saat ini banyak dikonsumsi banyak orang. Baik untuk menambah fitalitas maupun untuk obat menyembuhkan penyakit. Sementara itu, saat ini tidak banyak orang yang mau menekuni ternak lebah madu.

Padahal omzet yang didapatkan terbilang cukup tinggi. Seperti apa yang dilakukan oleh Mulyono, 51, warga Desa Cukil Kecamatan Tengaran ini. Mulyono sudah menekuni bisnis jual beli madu dari hasil ternak lebah madunya tersebut sejak tahun 1982.

Hasilnya, selain nilai ekonomi yang tinggi, nama Mulyono semakin dikenal baik di kalangan peternak lebah madu. Bahkan dari usahanya tersebut mengantarkan dirinya menjadi Kepala Desa Cukil saat ini.

Ketika ditemui di kediamannya yang tidak jauh dari Kantor Kepala Desa Cukil, ia mengungkapkan suka duka dalam berbisnis madu. Pada awalnya, Mulyono hidup dalam keterbatasan ekonomi. Pekerjaan yang dilakukan tidak menentu. “Terkadang ikut buruh bangunan, yang penting saat itu bisa menyambung hidup,” ujarnya, Rabu (4/1) kemarin.

Keinginannya untuk menjadi sukses terpacu ketika melihat sarang lebah madu yang ada di belakang rumahnya. Segerombolan lebah madu tersebut berkumpul dan membuat sarang menempel di sebuah pohon. Setelah satu bulan, madu dari belakang rumahnya tersebut ia panen. Lantas ia jual. Penjualanpun saat itu hanya dari mulut ke mulut.

Jumlah yang dijual juga tidak banyak. Hanya 5 botol kecil dari hasil panen madu di belakang rumahnya tersebut. “Warga desa kebetulan ada yang butuh dan langsung membeli 2 botol,” katanya.

Kemudian, sisanya ia jual di pinggir jalan. Seminggu barang jualannya baru laku. Keinginannya semakin memuncak manakala melihat sebuah program di televisi terkait dengan penggembalaan lebah madu. Sepeda ontel semata wayangnya langsung ia jual untuk modal mendatangkan lebah madu impor. “Saat itu kurang. Sehinga terpaksa harus pinjam,” tuturnya.

Bukan orang sukses kalau belum pernah gagal. Hal itu juga dirasakan Mulyono pada tahun 1999. Dimana banyak invasi lebah palsu di pasaran. Banyak pelanggan yang lari karena harga madu asli lebih mahal dan memilih madu palsu. Madu palsu tersebut adalah madu yang dicampur dengan gula. “Pencampurannya komposisinya 20 persen madu asli dicampur 80 persen gula. Banyak pelanggan yang tidak tahu beralih kesitu karena murah,” katanya.

Hingga kini sekali panen, setidaknya pundi-pundi rupiah yang mencapai angka jutaan berhasil ia kantongi. Tidak hanya itu, ia juga bisa memiliki karyawan untuk membantu menggembala lebah madu miliknya. Saat ini di Kecamatan Tengaran hanya Mulyono yang masih bertahan menjalankan bisnis lebah madu. “Tetangga kanan kiri dulu saya ajak untuk mencoba bisnis ini pada tidak mau, karena harga satu kotak lebah madu mencapai Rp 800 ribu dan lebahnya itu juga siap digembala,” katanya.

Kini ia sudah memiliki puluhan kotak berisi lebah madu siap digembala. Penggembalaan sendiri hingga luar kota. Mulai dari Kabupaten Pati hingga Pasuruhan Jawa Timur. “Tergantung dimana yang bunganya banyak, disitu kita sewa lahan yang ditumbuhi bunga tersebut. Kotak berisi lebah madu tinggal ditaruh,” katanya.

Sekali panen, dari 1 kuintal madu kotor yang masih bercampur dengan rumah lebah setelah disaring setidaknya dihasilkan 50 kilogram madu. “Pemasaran tidak pusing, banyak orang yang ngambil ke rumah. Jadi tidak perlu susah-susah keluar untuk menjualnya,” ujarnya.

Selain mengantarkannya menjadi Kepala Desa Cukil, hasil dari madu tersebut bisa memberangkatkan ia bersama keluarga besarnya untuk pergi menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu Haji. “Alhamdulillah sudah bisa haji,” katanya. (*/ida)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenali dan Waspada Bahaya Leptospirosis

RADARSEMARANG.COM, MUSIM hujan telah tiba, mengartikan terdapat air dimana-mana, yang diakibatkan oleh meluapnya got/saluran air/sungai/kali yang menggenangi jalan, halaman bahkan memasuki rumah warga masyarakat....

Wisuda Diiringi Gamelan

RADARSEMARANG.COM, MUNTILAN – SMAN 1 Muntilan Sabtu (5/5) lalu mewisuda siswa kelas XII. Kegiatan dimulai dengan kirab wisudawan dan wisudawati. Diikuti oleh kepala sekolah, 4 wakil kepala sekolah, 7 wali...

Perbanyak Bank Sampah, Sulap menjadi Produk Tas

RADARSEMARANG.COM - Tidak hanya mengajak membuang sampah pada tempatnya, Wisanggeni Damar Panuluh juga mengarahkan orang-orang di sekitarnya untuk memilah dan memanfaatkan sampah. Salah satunya...

Bekuk Bandar, Sita 154 Ribu Pil Koplo

KAJEN – Bandar narkoba berhasil dibekuk aparat Polres Pekalongan. Petugas juga mengamankan 154.000 butir pil psikotropika (pil koplo) siap edar. Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan...

Stok Beras Jateng Cukup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Stok beras hasil panen petani tergolong mencukupi untuk kebutuhan seluruh warga Jateng. Di pertengahan Januari ini, Bulog masih menyimpan sektar 102...

Jabatan ‘Disulap’ Direktur, Didakwa Korupsi

SEMARANG- Setelah office boy PT Rifuel Hendra Saputra yang 'disulap' menjadi Direktur Utama PT Imaji Media oleh bosnya Riefan Avrian (putra mantan Menteri Koperasi...