33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Hotel Budget Terlalu Banyak di Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah berharap pembangunan hotel budget atau di Kota Semarang dihentikan. Semakin banyaknya hotel bertarif ekonomis ini membuat persaingan menjadi tidak sehat.

“Saat ini keberadaan hotel ‘budget’ di Kota Semarang semakin banyak sehingga harus dihentikan karena berpotensi mengakibatkan persaingan yang tidak sehat,” kata Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah Benk Mintosih.

Dikatakan, saat ini jumlah hotel “budget” dan hotel nonbintang di Kota Semarang mencapai 65. Jika angka ini terus meningkat maka pasar hotel berbintang akan terganggu. “Dengan semakin banyaknya hotel yang menawarkan rate room di kisaran Rp300 ribu, mau tidak mau hotel berbintang harus menurunkan harga untuk menarik tamu,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai pembangunan hotel berbintang dengan segmentasi khusus. Saat ini, jumlah hotel berbintang di Kota Semarang sebanyak 52. Angka ini masih memungkinkan untuk ditambah selama hotel tersebut memiliki pangsa pasar khusus. “Seperti misalnya Hotel Tentrem yang saat ini sedang dibangun, nantinya segmentasi hotel ini khusus yaitu kalangan menengah ke atas. Dengan demikian persaingan akan sehat, tidak ada perang tarif,” katanya.

Mengenai hotel berbintang ini, segmentasi terbesar adalah dari instansi pemerintahan. Untuk diketahui, dari segmentasi pemerintahan sendiri memberikan kontribusi hingga 48 persen.

Sementara itu, mengenai target okupansi hotel di tahun ini pihaknya belum dapat memastikan. PHRI hanya berharap agar tidak ada lagi penurunan okupansi seperti yang terjadi pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015. Untuk diketahui, rata-rata okupansi hotel di Jawa Tengah pada tahun 2016 sekitar 58 persen. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60 persen. (smu)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

D3 Farmasi UM Magelang Gelar Workshop Farmasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Prodi D3 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UM Magelang mengadakan workshop selama dua hari yakni Selasa dan Rabu (3-4/7) di Aula Fikes Kampus 2...

Dinkop Fasilitasi 150 UKM untuk Sertifikasi Halal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah menfasilitasi sebanyak 150 UKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing produk-produk UKM...

Kemenangan SS Jadi Modal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD Gerindra Jateng siap mengusung Prabowo Subianto jadi Capres 2019. Komitmen itu sudah dideklarasikan dan siap untuk menenangkan Prabowo dalam Pilpres....

MUI dan Tokoh Agama di Demak Tolak Aksi ‘People Power’

RADARSEMARANG.COM, DEMAK– Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah tokoh pemuka agama di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menilai ajakan aksi "people power" meresahkan masyarakat. Ajakan aksi...

Akan Ada Gempa Susulan 9 Magnitudo? BMKG: Hoax!

JawaPos.com – Pasca gempa 6,9 skala richter di Banten semalam, mulai beredar isu-isu miring. Seperti yang ramai diperbincangkan yakni akan ada gempa besar lainnya...

Bantu Industri Keripik

WONOSOBO - Tim Hibah Dikti Iptek Bagi Masyarakat (IBM) Unsiq memberikan pendampingan manajemen pengelolaan dan pemasaran produk UMKM untuk masyarakat Desa Ngalian Kecamatan Wadaslintang,...