31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Harga Rumah Naik 10 Persen

SEMARANG – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah mengindikasikan terjadi kenaikan harga rumah di awal tahun antara 5 – 10 persen. Kenaikan terjadi seiring dengan kenaikan harga tanah sekaligus kenaikan nilai investasi di sektor properti.

Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Humas, Promosi, dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, masing-masing pengembang tiap tahun menargetkan ada kenaikan harga unit-unit rumah yang dijual. “Hal ini bertujuan agar investasi para pembeli rumah yang sudah membeli itu juga meningkat,” ujarnya di sela pembukaan REI Expo I 2017 di Mal Ciputra, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, lahan untuk perumahan juga semakin sempit dan harga tanah juga terus melonjak. Hal ini tentu juga berdampak pada harga unit-unit rumah yang terus naik tiap tahun. “Tiap tahun pasti naik. Tapi bukan setahun sekali. Bisa jadi setahun naik dua hingga tiga kali. Kalau di awal tahun ini kenaikan antara 5 – 10 persen untuk semua tipe rumah,” katanya.

Sedangkan untuk penjualan rumah tahun ini, ia mengaku optimistis akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016 dalam pameran pihaknya hanya mampu menjual 512 unit perumahan. Jumlah tersebut menurun karena tahun 2015 berhasil membukukan 651 unit. “Tahun ini kami targetkan dapat menjual 700 unit dari 10 pameran. Kami cukup optimis karena fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat meski suhu politik belum. Sebelumnya investor belum merasa nyaman untuk berinvestasi sehingga lebih memilih menunggu. Selain itu harapannya dampak tax amnesty akan semakin terasa di 2017 ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pameran REI di awal tahun berlangsung mulai 5 – 16 Januari 2016 di Mal Ciputra Semarang. Tema yang diusung one stop shopping, memudahkan calon pembeli rumah. Sedianya pameran akan berlangsung 10 X dan satu pameran FLPP dalam satu tahun. (dna/smu)

Latest news

Related news