31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Silaturahmi Nasional, Undang Puluhan Ribu Ulama dan Warga

KAJEN–Puluhan ribu ulama dan warga dari berbagai daerah di Indonesia akan diundang dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama, TNI dan Polri Mengawal NKRI yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (7/1) mendatang.

Acara tersebut akan dihadiri Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Polisi Drs HM Tito Karnavian MA, Ph.D , Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Bupati Pekalongan Drs H Asip Kholbihi SH MSi, Dandim 0710 Letkol Inf. Heri Bambang Wahyudi SIP, serta Kapolres Pekalongan AKBP Roy Ardhya Candra, SIK dan para ulama se-Indonesia.

Silaturahmi nasional ulama bertema “Ulama, TNI, dan Polri mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia, Indonesiamu, Indonesiaku, Indonesia kita Bhineka Tunggal Ika” ini, TNI dan Polri ditunjuk oleh Pengurus Idaroh Aliyah Jamiyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabroh An-Nahdliyah (JATMAN) bekerjasama dengan Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Kanzus Sholawat Kota Pekalongan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkomunfo) Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, menjelaskan bahwa kegiatan Silaturahmi Nasional Ulama adalah sarana untuk menyamakan persepsi, tanggung jawab bela negara pada setiap komponen bangsa dan menjadikan silaturahmi untuk pemerkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. “Registrasi peserta akan dibuka pada Jumat (6/1) di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, mulai pukul 07.00 hingga pukul 24.00 dengan penanggung jawab KH Mirza Hasbullah dan Drs Hasyim Fahmi,” katanya.

Anis mengatakan bahwa silaturahmi nasional akan dimulai pada Sabtu (7/1) pukul 07.00 hingga pukul 08.30 dengan dzikir thoriqiyyah di Luar GPU yang akan diikuti sekitar 16.000 peserta dengan penanggung jawab acara KH Saifuddin Mufti, KH Mirza Hasbullah dan KH RM Nasirudin.

Pada jam yang sama, jelasnya, di Alun-Alun Kota Pekalongan juga akan digelar Apel Merah–Putih dan Ikrar NKRI dengan peserta berjumlah 1.000 orang yang terdiri dari ulama, anggota TNI, Polri dan para santri. “Adapun penanggung jawab Apel Merah-Putih adalah Kapolres Kota Pekalongan AKBP Enriko Sugiharto Silalahi SIK selaku Ketua Umum Maulid,” kata Anis.

Anis juga menjelaskan pada Minggu (8/1) pukul 08.30 hingga 12.45, akan digelar Silaturahmi Ulama, TNI dan Polri Mengawal NKRI di GPU Kajen dengan melibatkan sekitar 1.000 orang yang terdiri atas para ulama dan personel TNI dan Polri. Dalam sesi tersebut, Kapolri, Panglima TNI, dan Menhan, serta Ra’is ‘Aam Idaroh ‘Aliyah Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabroh An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Yahya akan menyampaikan materi dan dilanjutkan dengan dialog.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Silaturahmi Nasional Ulama, TNI, dan Polri yang juga Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi, SIP, menuturkan bahwa kegiatan diselenggarakan dengan maksud menyamakan visi dan misi antara Ulama, TNI dan Polri, serta umat dalam rangka menjaga dan melindungi NKRI dari segala bentuk ancaman dan tantangan yang menghadang.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan hasil kompromi, dari seluruh kekuatan komponen bangsa yang maksimal, dengan menghindari semangat rivalitas dan perpecahan dalam menyatukan dan menyamakan berbagai keragaman etnis, budaya, dan agama. “Oleh karena itu, mempertahankan keutuhan NKRI merupakan kewajiban bagi seluruh komponen kekuatan bangsa,” tutur Heri BW sapaan akrab Heri Bambang Wahyudi.

Heri BW juga menegaskan bahwa perkembangan kehidupan kebangsaan Indonesia yang akhir-akhir ini semakin menunjukkan gejala penurunan rasa nasionalisme, merupakan dampak perkembangan politik, sosial, budaya serta teknologi, dan derasnya arus informasi. Untuk itu, diperlukan keharmonisan seluruh komponen bangsa, salah satunya ulama sebagai penjaga moral dan penggerak umat. TNI sebagai penjaga kedaulatan teritorial bangsa, dan Polri sebagai pengawal kedaulatan hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dengan adanya sinergitas dari seluruh komponen bangsa, termasuk ulama, dengan TNI dan Polri, maka seberapapun besarnya goncangan dan cobaan, tidak akan mampu mematahkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang selalu memohon perlindungan dari Allah SWT dan mengharap syafaat dari baginda Nabi Muhammad SAW,” tegas Heri BW. (thd/ida)

Latest news

Related news