31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Optimistis Investasi Demak Meningkat

DEMAK-Wakil Bupati (Wabup) Demak, Joko Sutanto optimistis peluang investasi di Demak bakal meningkat pesat di kemudian hari. Sebab, selain adanya dukungan penuh pasokan aliran listrik PLN yang surplus, juga makin membaiknya infrastruktur penunjang ekonomi di Kota Wali.

Jalan-jalan di wilayah Demak 95 persen sudah betonisasi dari kota hingga pelosok desa termasuk jalan ke makam dibeton bertulang. Apalagi 2019, jalan tol layang ruas Semarang-Demak diperkirakan telah dapat dilalui kendaraan. “Nah, dengan adanya fasilitas infrastruktur pendukung utama ini, posisi Demak semakin strategis,” katanya di hadapan para stakeholder dalam acara gathering bersama yang digelar PT PLN di Hotel Amantis, kemarin.

Menurutnya, para investor yang berminat menanamkan modalnya sangat terbantu dengan kondisi daerah yang baik tersebut. “Demak juga dekat dengan Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,” ujarnya.

Selain energi listrik yang berlimpah, cadangan air baku juga mencukupi untuk industri. Manajer PLN Area Demak, Mudzakir mengungkapkan bahwa dengan adanya pasokan listrik yang memadai, maka peluang usaha dan investasi di Demak akan meningkat pesat. “Pada 2017, PLN beroperasi penuh. Di wilayah Demak ini kebutuhan listrik antara lain disuplai dari gardu induk di Mranggen, Purwodadi, Kudus, Sayung, Kedungombo maupun Grobogan dengan 31 penyulang dengan 624 ribu pelanggan,” katanya.

Karena itu, kata dia, PLN Demak kini berada di zona terdepan dalam memenuhi kebutuhan listrik pelanggan rumah tangga maupun industri. “Kami berharap iklim investasi di daerah ini membaik,” katanya.

General Manager PLN Distribusi Jateng-DIJ, Dwi Kusnanto menambahkan, sekitar 300 ribu pelanggan potensial ada di Demak. Karenanya, PLN area Demak dipaksa lahir untuk mencukupi kebutuhan pelanggan itu. “Sekarang ini, kapasitas atau ketersediaan daya listrik sudah surplus dan siap untuk memenuhi industri. Beban rata-rata PLN di bawah 60 persen,” katanya.

Menurutnya, PLN area Jateng-DIJ telah melayani 10.587.000 pelanggan atau setara dengan 50 juta jiwa. Dan, tiap tahun rata-rata ada sambungan baru untuk 400 ribu pelanggan. (hib/ida)

Latest news

Related news