31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Minta Sumbangan “Santri” Gasak 25 Laptop

TEMBALANG – Tiga pencuri spesialis laptop dibekuk jajaran Polsek Tembalang. Selama tiga bulan beraksi, para tersangka berhasil mencuri 25 unit laptop. Modus yang digunakan pelaku menyaru sebagai peminta sumbangan.

Tiga pelaku tersebut yakni Reno Prayitno, 31, Abu Said, 31, keduanya warga Dusun Panjunan Desa Bonangrejo Demak. Keduanya ditangkap pada Selasa (20/12) lalu di Tembalang. Pada pengembangan penyidikan, petugas berhasil menciduk pelaku lain bernama Ahmad Khanif alias pak Guru, 31, warga Dusun Tlogodowo Wonosalam Demak, Rabu (21/12).

Tersangka Abu dan Reno berhasil disergap petugas saat beraksi di rumah kos Jalan Maesari IV Tembalang. Pasalnya, aksi pelaku telah dicurigai oleh calon korbannya dan langsung melaporkan hal ini kepada petugas kepolisian.

”Setelah mendapat informasi, petugas langsung turun ke lokasi dan menangkap dua pelaku ini (Abu dan Reno),” ungkap Kapolsek Tembalang Kompol Subagyo saat gelar perkara di Mapolsek Tembalang, kemarin.

Pada penangkapan tersebut, petugas juga mendapati barang bukti sebuah laptop merek Lenovo dan satu buah handphone merek Asus hasil kejahatan dua pelaku. Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah kendaraan Honda Beat yang dipakai untuk melancarkan aksinya. ”Barang bukti tersebut hasil kejahatan pelaku saat beraksi di rumah kos daerah Gunungpati. Korbannya mahasiswa,” jelasnya.

Subagyo mengatakan, pelaku melancarkan aksinya pada siang hari. Sasarannya adalah rumah kos mahasiswa. ”Jadi pelaku ini selalu berdua, menggunakan kendaraan dan selalu membawa obeng,” katanya.

Subagyo mengimbau kepada masyarakat ataupun penghuni kos untuk selalu berhati-hati pada saat meninggalkan huniannya. Selain itu, pihaknya juga menyarankan kepada pemilik rumah kos untuk memasangi alat kamera CCTV.

Sementara, pelaku Abu mengakui telah beraksi sebanyak 25 kali. ”15 di Tembalang dan 10 di Gunungpati. Sudah tiga bulan ini,” katanya.

Sedangkan modus yang dilakukan pelaku yakni dengan cara menyaru sebagai peminta sumbangan. Bahkan, aksinya ini, dua pelaku bergaya layaknya seorang santri lantaran memakai baju koko. Sedangkan untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga membawa formulir sumbangan dan stopmap. ”Ketuk pintu masuk, kalau ada orangnya minta izin memberikan formulir sumbangan. Kalau orangnya lengah atau pas tidak ada orang kita ngambil barang-barang,” jelasnya.

Bahkan, dua pelaku ini juga tergolong nekat. Keduanya juga tidak segan-segan mencongkel pintu jendela dengan menggunakan obeng apabila tidak bisa masuk ke dalam rumah kos yang ditinggal penghuninya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news