31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Selalu Update Informasi

MENJADI seorang master of ceremony (MC) atau pemandu acara, bukan hal gampang. Seperti yang dilakoni Dian Lita Pratiwi. Baginya, sosok MC harus peka melihat situasi agar bisa mengendalikan alur sebuah acara.

Lita –sapaan akrabnya—mengatakan, seorang MC perlu informasi lengkap seputar acara maupun di luar acara. Informasi tersebut akan berguna ketika memandu penonton dari atas panggung.

”Informasi bisa membantu lebih peka hingga bisa menciptakan acara semeriah mungkin,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tuntutan itu membuat Lita rajin membaca buku, browsing artikel di internet, serta membaca berita di media. Selain itu, juga banyak berdiskusi dengan teman-temannya. ”Saya harus update informasi untuk bahan manggung jadi MC,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi duta besar ini.

Mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini, juga berpendapat, seorang MC wajib punya kemampuan bahasa yang oke. Ini merupakan syarat mutlak, karena MC harus bisa berkomunikasi secara tik-tak. Entah dengan rekan MC atau dengan audiens.

Lita mengaku, sudah menjadi MC sejak SMA hingga kuliah sekarang. Dari coba-mencoba, kini sudah menjadi pekerjaan profesional. ”Saya biasa jadi MC di event-event musik di Kota Semarang, baik di dalam kampus maupun luar kampus,” jelasnya.

Dara kelahiran Pati, 26 Mei 1994 ini, mengatakan, banyak pelajaran yang bisa dipetik dengan menjalani pekerjaan ini. Selain menambah jalinan pertemanan, ia juga merasa mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang tidak bisa dipetik di dalam kampus. ”Selain jaringan bertambah luas, saya juga bisa mengeksplorasi kemampuan,” katanya.

Selain memiliki kemampuan berkomunikasi secara lisan, ia juga hobi menulis, terutama karya sastra. ”Saya suka menulis puisi dan cerpen,” akunya. (amh/aro/ce1)

Latest news

Related news