33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Urai Kepadatan dengan Sistem Simpang Susun

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BALAI KOTA – Satu lagi proyek besar di Kota Semarang segera dimulai, yakni proyek pembangunan Simpang Susun.

Konsep Simpang Susun ini merupakan akses jalan lintasan berbentuk flyover yang saling bersilangan dengan posisi bertumpuk. Salah satu Simpang Susun pertama yang telah dikembangkan di Indonesia adalah di Semanggi Jakarta.

Ada dua titik yang akan dibangun Simpang Susun, yakni di kawasan Pedurungan dan Banyumanik. Dua lokasi tersebut selama ini menjadi titik paling rawan kemacetan. Sehingga keberadaan Simpang Susun tersebut bisa memecah kepadatan arus lalu lintas dari arah timur dan selatan Kota Semarang.

“Ada dua, yakni di Pedurungan dan Banyumanik, akan dibangun Simpang Susun,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (4/1).

Saat ini, Pemkot Semarang telah mulai membuat kajian Detail Engineering Design (DED), 2017 ditargetkan selesai. ”Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menganggarkan pada 2017 untuk pembuatan kajian DED, ditargetkan rampung setahun,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dijelaskannya, setelah DED selesai, 2018 baru akan dilakukan pembebasan lahan. Akhir 2018 hingga 2019 bisa dimulai pekerjaan fisik. Sesuai rencana, pembangunan tersebut dianggarkan dari dua tahun anggaran. ”Diharapkan bisa rampung pada 2020,” katanya.

Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di Kota Semarang saat ini telah mengalami peningkatan cukup tinggi. Terlebih pertumbuhan kendaraan yang sangat tinggi. Berdasarkan data, kata Hendi, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor mencapai sekitar 10 persen setiap tahunnya. Sedangkan pertumbuhan jalan raya hanya satu persen per tahun. Sehingga hal itu mengakibatkan kepadatan lalu lintas di Kota Lunpia ini hingga rentan terjadi kemacetan.

”Apalagi, Kota Semarang merupakan kota metropolitan berimplikasi terhadap semakin padatnya arus lalu lintas. Sehingga dibutuhkan rekayasa lalu lintas yang efektif,” katanya.

Keberadaan Simpang Susun, lanjut Hendi, salah satunya untuk mengatasi persoalan padatnya kendaraan di Kota Semarang. Semarang juga termasuk minim lahan untuk membuat jalan baru. Sehingga Simpang Susun dirasa lebih efektif sebagai solusi. ”Ketersediaan lahan untuk membangun jalan baru sangat tidak memungkinkan,” katanya.

Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, pihaknya mengalokasikan waktu 2017-2018 untuk menggarap tahapan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (Larap) dan DED. ”Kami menganggarkan Rp 2,4 miliar untuk penyusunan DED jalur Simpang Susun tersebut,” kata mantan Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang.

Dikatakannya, untuk menggarap proyek tersebut masih membutuhkan waktu cukup panjang. Pembebasan lahan diperkirakan baru bisa dilakukan 2019. Jika demikian, lanjut dia, pembangunan fisik baru bisa dimulai 2020. ”Jadi untuk pembangunan fisiknya belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil DED dan Larap,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UM Magelang Teken Kerjasama dengan PT Thailand

MUNGKID-- Kerjasama internasional dalam bidang akademik dan penelitian kembali dilakukan UM Magelang. Kali ini UM Magelang melakukan kerjasama dengan dua perguruan tinggi Thailand, yaitu...

Lain Bos Anbang Lain Pak Wang

Pistol. Lalu pisau. Lantas kantongan. Tiga kata itu populer di Tiongkok. Sejak Xi Jinping jadi presiden. Empat tahun lalu. Itulah tahapan strategi. Dalam pemberantasan korupsi....

Veteran Kecewa Masih Ada Korupsi dan Narkoba

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Indonesia mengingatkan pada perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski sudah 73 tahun merdeka, perjuangan bangsa...

Pengusaha Galian C Mengeluh

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Para pengusaha tambang Galian C di Kecamatan Kaliwungu Selatan mulai mengeluh. Pasalnya sudah 20 hari ini tidak bisa beroperasi lantaran jalan Kaliwungu-Boja tidak...

Permenhub Masih Belum Ideal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng menyikapi masalah berakhirnya masa tunggu bagi penyedia jasa transportasi daring terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 tahun...

Salat Jamaah, Tertinggal Bacaan Ayat Alquran dari Imam

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Pada saat kita...