33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Masih Ada Calo SKTT Bagi WNA

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Praktik percaloan masih saja ditemui di beberapa instansi pelayanan masyarakat di Kabupaten Semarang. Berdasarkan penelusuran di lapangan, salah satunya praktik percaloan dalam pengurusan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) bagi Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Kabupaten Semarang.

Faktor kurang sabarnya dalam kepengurusan serta anggapan birokrasi yang terlalu berbelit-belit, menjadi ladang para calo untuk mengais rezeki. Hal itu diungkap oleh IM, 53. Pria paruh baya tersebut menjadi calo spesialis kepengurusan SKTT WNA perusahaan di Kabupaten Semarang. “Membantu bagi perusahaan yang memiliki pekerja asing dan bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Semarang,” ujarnya, Rabu (4/1) kemarin.

Struktur percaloannya terbilang rapi. Pihak HRD perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing, menyerahkan segala bentuk dokumen WNA tersebut untuk kepengurusan SKTT kepada pihak calo. “Ada beberapa perusahaan yang biasanya proaktif menghubungi. Intinya mereka tidak mau ribet, karena katanya banyak yang dipersusah,” ujarnya.

Dalam pengurusan satu SKTT WNA tersebut, ia bisa menempuh hanya dalam waktu dua hari. SKTT WNA bisa langsung bisa keluar. Sedangkan jika diurus pihak perusahaan, bisa mencapai 10 hari. Upah untuk satu kepengurusan dokumen SKTT tersebut ia patok hingga jutaan rupiah. “Saya khan cuma menolong, karena mereka butuh,” ujarnya enggan menyebutkan jumlah upah pengrusan surat tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Rudi Susanto mengatakan dalam mengeluarkan SKTT WNA membutuhkan waktu hingga 10 hari. Mulai dari memasukkan data hingga verifikasi data WNA itu sendiri. “Kami ingin menekan angka percaloan tersebut,” ujarnya.

Ia sendiri tidak mengetahui jika masih ada praktik percaloan. Untuk itu, pihaknya akan segera bertindak tegas jika mengetahui oknum petugas bermain-main dalam kepengurusan SKTT WNA tersebut. Dikatakannya, WNA yang bekerja dan berdomisili di Kabupaten Semarang memang diharuskan memiliki SKTT.

Hal tersebut tidak berlaku apabila WNA tidak berdomisili di Kabupaten Semarang. Dari data Dispendukcapil Kabupaten Semarang jumlah kepengurusan SKTT WNA pada 2016 dalam satu tahun tidak lebih dari 70 pengurusan. Kecilnya angka kepengurusan tersebut disebabkan minimnya inisiatif dari pihak perusahaan untuk mengurus izin tinggal. “Sebenarnya angka tersebut sedikit, mengingat jumlah perusahaan yang begitu besar serta jumlah WNA yang ada di Kabupaten Semarang juga banyak, angka itu kecil,” katanya.

Dikatakan Rudi, pihaknya sudah berusaha menekan angka percaloan. Antara lain dengan model pendekatan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya kepengurusan E-KTP yang saat ini bisa dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Seamarang. “Mulai dari rekam data, hingga cetak E-KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan. Kalau untuk SKTT memang harus ke sini,” katanya.

Selain E-KTP, program Bayi Lahir Pulang Bawa Akta Putranya dengan Wajah Ceria (Balaputera Dewa) juga sebagai bentuk penekanan terhadap percaloan. Dimana seorang ibu yang melakukan proses pesalinan di RSUD Ungaran dan RSUD Ambarawa bisa langsung memperoleh akta kelahiran anaknya. “Karena langsung bisa diurus di Rumah Sakit (RS) tersebut. Jadi tidak perlu calo lagi,” katanya. (ewb/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...