31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Diterjang Banjir, Sayung Jadi Kolam Raksasa

DEMAK-Kondisi banjir yang menerjang Desa Sayung, Kecamatan Sayung dari hari ke hari semakin parah. Kini, wilayah perkampungan tersebut berubah menjadi kolam raksasa. Sebab, selain diterjang banjir terus menerus, air juga sulit dibuang.

Kepala Desa Sayung, Munawir menyampaikan bahwa sekarang ini tidak hanya warga yang sulit beraktivitas, namun para pelajar juga resah karena sekolahnya kebanjiran. “Curah hujan di awal Januari ini menambah ketinggian air di desa kami,” katanya.

Seperti diketahui, banjir Sayung sudah mulai terjadi beberapa waktu lalu dan berlangsung sampai sekarang akibat limpasan air Sungai Dombo. Sungai yang berfungsi sebagai saluran pembuangan itu telah lama mengalami sedimentasi. “Sudah 20 tahun terakhir tidak ada normalisasi,” katanya.

TRANSPORTASI TERSENDAT : Akses jalan Desa Sayung tertutup banjir, sehingga menyulitkan aktivitas warga setempat. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TRANSPORTASI TERSENDAT : Akses jalan Desa Sayung tertutup banjir, sehingga menyulitkan aktivitas warga setempat. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sedimentasi menyebabkan air mudah meluber ke perkampungan. Selain menimpa Desa Sayung, juga menerjang desa lainnya. Seperti Desa Kalisari, Dombo, Tambakroto, Prampelan, Loireng dan sekitarnya. “Kami minta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera melakukan normalisasi Sungai Dombo ini. Benahi talud dan ganti pintu air yang rusak,” pintanya.

Munawir menambahkan, pihak desa bersama BPD se-Kecamatan Sayung pada 2015 telah merumuskan pengajuan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) lewat BBWS serta DPRD Jateng. Bahkan, sudah dilakukan audiensi. Namun, hingga kini belum ada normalisasi. “Gotong royong warga juga sudah kami lakukan. Tapi, banjir tetap menerjang kampung kami. Rumah terendam, tanaman di sawah hancur, jalan juga remuk,” katanya prihatin. (hib/ida)

Latest news

Related news