31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Gunakan Waktu Luang di Masjidil Haram

Rangkaian ibadah umrah sesungguhnya hanyalah 3 prosesi, mulai dari thawaf, sa’i, dan tahalul yang dapat kita lakukan paling lama lima jam. Akan tetapi sayang sekali jika jauh-jauh datang ke tanah suci kita hanya sehari di Makkah.

ENI SUSILOWATI

OLEH karenanya, Naja biro perjalanan haji dan umrah menyiapkan waktu 4 hari di kota Makkah, agar kita bisa salat sebanyak-banyaknya di Masjidil Haram. Mengingat pahala yang akan kita dapat saat salat di Masjidil Haram sebanyak 100.000 kali, salat di masjid lainnya.

Hari kedua di kota Makkah, Selasa (6/12), setelah sarapan pagi kami diberi waktu bebas. Kami memilih lebih banyak menghabiskan waktu di masjid. Sepanjang perjalanan dari hotel ke Masjidil Haram, banyak yang menarik diamati. Mulai bangunan, hingga cara berpakaian yang semua tampak Islami.

Sepanjang jalan banyak pertokoan yang menjual beraneka macam oleh-oleh. Para pedagang di Arab Saudi sebagian besar bisa berbahasa Indonesia. Seluruh pedagang di tanah suci sangat tertib. Jika adzan berkumandang seluruh kios akan ditutup tidak melayani transaksi jual beli. Hingga selesai waktu salat berjamaah di Masjid.

Mengingat jarak dari hotel menuju ke Masjidil Haram cukup jauh, maka rombongan umrah Naja memutuskan untuk ber i’tikaf, thawaf sunah dan memperbanyak ibadah lainnya sembari menunggu pergantian waktu salat fardu. Hotel sendiri hanya kami gunakan untuk makan, mandi dan tidur sebentar.

Saat berada di Masjidil Haram, sebaiknya jamaah haji dan umrah memperbanyak thawaf sunnah. Biasanya dilakukan di luar prosesi umrah. Pada thawaf sunnah yang saya lakukan beberapa kali, saya memiliki kesempatan untuk sholat mutlak di hijir Ismail. Di mana tempat tersebut lumayan sempit, mereka yang berniat salat di hijir Ismail sebaiknya membawa teman untuk menjaga saat salat. Mengingat, banyak sekali jemaah dari Turki, Pakistan, India yang bertubuh besar-besar berdesakan masuk. Jika tidak dijaga, kita bisa terinjak-injak.

Saat kita mengunjungi Ka’bah banyak tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Seperti Multazam yaitu bagian dinding Ka’bah antara batu hitam dan pintu Ka’bah. Ada satu titik di ka’bah yang menjadi rebutan jamaah untuk menjamah dan menciumnya. Itulah hajar aswad atau batu hitam. Batu yang diyakini berasal dari syurga itu selalu diimpikan para jamaah untuk sekedar memegang atau menciumnya. Pada mulanya batu tersebut berwarna putih, namun karena dosa-dosa manusialah maka ia berubah menjadi hitam. (*/smu)

Latest news

Related news