31 C
Semarang
Selasa, 4 Mei 2021

Sehari, Dua Kali Rob Rendam Kaligawe

SEMARANG – Rob masih terus merendam Jalan Kaligawe Semarang. Bahkan, kini dalam sehari bisa terjadi dua kali rob. Selain dikeluhkan para pelaku bisnis di kawasan tersebut, banjir air pasang laut ini juga membuat arus lalu lintas jalan tersebut macet.

Aiptu Slamet Basuki, anggota SPK Polsek Genuk, mengatakan, rob biasa terjadi sekitar pukul 20.00 dan pukul 13.00. Wilayah terdampak paling parah di sekitar kantor Kecamatan Genuk lama, pertigaan Terminal Terboyo, Gang Macan, depan RSI Sultan Agung dan bawah jembatan tol Kaligawe.

”Tidak pasti jamnya, tapi seringnya sehari itu bisa sampai dua kali. Biasanya sampai menyebabkan macet panjang pas orang-orang pulang dan berangkat kerja. Soalnya dari pelabuhan dan pabrik kan banyak sepeda motor, sementara di sini tidak ada jalan alternatif,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/1).

Air rob, imbuhnya, seringkali masuk hingga ke halaman Mapolsek Genuk. Upaya pembendungan sudah dilakukan oleh pihak polsek dengan bantuan pemerintah kota dengan memberikan sandbag (karung berisi pasir) pada bibir sungai. Tujuannya, agar air tidak sampai masuk ke halaman mapolsek dan mengganggu aktivitas pelayanan.

”Meskipun sudah dibendung, tetap saja masih masuk kantor juga untuk yang bagian dalam, soalnya merembes. Air rob yang merembes di dalam kantor itu biasanya kami sedot dengan mesin pompa,” terangnya.

Ia menambahkan, sebelumnya ada mobil penyedot air dari Balai Besar Wiayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang selalu standby di lokasi yang kerap terendam rob. Namun saat ini, mobil tersebut sudah tidak pernah kelihatan lagi.

”Mungkin memang tidak bisa untuk mengatasi robnya. Kalau orangnya sudah maksimal, bisa jadi kapasitas mesinnya yang tidak cukup untuk mengatasi rob ini setiap hari,” duganya.

Dengan kondisi yang selalu tergenang rob ini, tak jarang ketika sedang piket, ia mendapat telepon dari warga yang menanyakan kondisi rob di depan Mapolsek Genuk. Warga yang datang dari arah Demak seringkali menanyakan apakah kondisi Jalan Kaligawe dapat dilalui atau tidak.

Munadi, 51, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Genuksari, dan warga lainnya juga merasakan dampak rob ini. Aktivitasnya menjadi terganggu akibat adanya rob yang kedatangannya seperti jadwal mandi, sehari dua kali.

”Kalau malam rob bisa melebihi bibir talut dan meluber sampai ke rumah-rumah warga RT 1 sini,” kata Munadi yang saat itu sedang menutup saluran talut agar air tidak masuk ke wilayahnya.

Hal ini dilakukan karena permukaan air saat itu, memang lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di wilayahnya. Akibat kondisi ini, setiap hari ia dan beberapa warga lain harus mengenakan sepatu boots agar kakinya tidak gatal terkena air rob.

Ia mengatakan, baik wali kota maupun gubernur sudah pernah dua kali meninjau wilayah yang terkena rob ini. Namun hingga sekarang, sudah sekitar satu tahun, rob masih terus menghantui warga.

SEDOT ROB: Menggunakan sepatu booth, petugas mengisi air pendingin di mesin pompa penyedot yang dipasang di bawah jembatan tol Kaligawe, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDOT ROB: Menggunakan sepatu booth, petugas mengisi air pendingin di mesin pompa penyedot yang dipasang di bawah jembatan tol Kaligawe, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Ini harusnya sungainya dikeruk. Sudah dangkal. Selama ini belum pernah dikeruk sama sekali. Setelah itu, mudah-mudahan juga dibangun talut agar air tidak masuk ke rumah warga,” harapnya.

”Polsek aja tiap malam banjir kok,” imbuhnya.

Tidak hanya di permukiman warga, rob juga rajin menyapa pangkalan truk yang ada di Genuksari. Tak jarang, sopir truk enggan memarkirkan kendaraan besar yang dibawa, karena saat rob, air bisa mencapai betis orang dewasa.

”Tapi, kalau memang harus masuk untuk kirim barang kadang mereka ya masuk. Tapi kebanyakan pada males. Lha gimana, wong rob,” ujar Giyanto, 68, penjaga pintu salah satu pabrik setempat.

Tidak hanya itu, jalan menuju ke pangkalan truk pun sudah tidak seperti layaknya jalan pada umumnya. Kendaraan yang masuk dalam keadaan bersih, ketika keluar bisa seperti kendaraan yang habis dicat airbrush. (sga/aro/ce1)

Latest news

Related news