31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Hari Ini, Dua Jalan Searah Diberlakukan

SEMARANG – Sejumlah jalan protokol di Kota Semarang akan diberlakukan jalan searah mulai Kamis (5/1) hari ini dan Februari mendatang. Dua jalan yang mulai dijadikan searah hari ini adalah ruas Jalan MT Haryono ke arah utara mulai traffic light simpang Sompok Peterongan hingga traffic light simpang Bangkong, serta bundaran Taman KB Jalan Menteri Supeno.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/1) kemarin, persiapan pemberlakuan jalan searah di MT Haryono sudah dilakukan petugas Dishub dengan memasang rambu bertuliskan ”Satu Arah” di ujung bangjo Sompok, dan rambu larangan melintas di ujung bangjo Bangkong.

Tarmudji, warga yang ditemui di Jalan MT Haryono mengakui, di jalan tersebut memang sering terjadi krodit, khususnya di depan sejumlah sekolah yang ada di kawasan itu. Di antaranya SMA Sedes Sapientiae, SMP Maria Mediatrix dan SD Pangudi Luhur Santo Yusup. Selain itu, di sepanjang jalan tersebut juga terdapat pertokoan, kantor bank, rumah makan, dan sebagainya.

”Kalau jam berangkat kerja dan sekolah sekitar pukul 06.30 biasanya macet, termasuk saat bubaran sekolah dan kantor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/1) kemarin.

Namun demikian, pihaknya berharap pemkot dan Satlantas tidak hanya menjadikan jalan tersebut searah, tapi harus menertibkan parkir yang kerap memakan badan jalan. ”Apalagi di jalan sini kan banyak tempat usaha, rumah makan, pertokoan dan sekolah. Jadi penataan parkir sangat penting. Karena selama ini kemacetan terjadi lantaran parkir kendaraan yang kurang teratur,” katanya.

Pemberlakuan jalan searah ini dikhawatirkan akan membuat lesu perdagangan dan bisnis di kawasan tersebut. Seorang pemilik toko yang keberatan ditulis namanya mengatakan, dengan jalan searah, konsumennya jadi kesulitan saat akan datang ke tokonya. Khususnya, yang selama ini datang dari arah Bangkong.

”Mau tidak mau harus jalan memutar. Bisa lewat Milo lalu Jalan Kompol Maksum, baru belok kanan ke Jalan MT Haryono ini. Ya, cukup menyulitkan,” ujarnya.

DILARANG MASUK: Rambu larangan masuk atau verboden terpasang di ujung traffic light Bangkong ke arah Peterongan. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILARANG MASUK: Rambu larangan masuk atau verboden terpasang di ujung traffic light Bangkong ke arah Peterongan. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menurut dia, sebenarnya kemacetan Jalan MT Haryono mulai simpang Sompok hingga Bangkong masih wajar. Itu pun hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja, khususnya saat jam masuk sekolah dan kerja, serta saat bubaran sekolah. ”Ya, dicoba dulu saja, kalau tidak efektif sebaiknya jadi dua arah lagi,” katanya.

Selain Jalan MT Haryono, ruas jalan lain yang dijadikan searah adalah Jalan Taman Menteri Supeno. Arus lalu lintas jalan ini dibuat searah jarum jam. Pengendara dari arah simpang Kyai Saleh menuju Jalan Menteri Supeno tidak bisa lurus ke Jalan Pahlawan, tapi harus berbelok dulu melewati depan SMAN 1 (Jalan Taman Menteri Supeno) baru belok kanan Jalan Pandanaran II menuju Jalan Pahlawan. Pun dengan pengendara dari Jalan Pandanaran II dilarang belok kanan ke Jalan Taman Menteri Supeno depan SMAN 1, namun harus memutari Taman KB. Sebaliknya, pengendara dari Jalan Pahlawan, tidak bisa langsung ke Jalan Pandanaran II, namun harus lewat Jalan Menteri Supeno lalu belok kanan ke Jalan Taman Menteri Supeno depan SMAN 1.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan, tujuan pemberlakuan jalan searah ini untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas. Untuk tahap pertama, jalan searah diberlakukan di bundaran Taman KB dan Jalan MT Haryono mulai simpang Sompok ke arah Bangkong.

”Kamis besok (hari ini) akan mulai diberlakukan. Nanti kita akan turun ke lokasi sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, selain dua lokasi tersebut, pada awal Feburari mendatang juga akan diberlakukan jalan searah di penggalan jalan lain. Yakni, Jalan Imam Bonjol, Jalan MH Thamrin, Jalan Pemuda, Jalan Gajahmada, Jalan Veteran, Jalan Menteri Supeno, Jalan Piere Tendean dan Jalan KH Ahmad Dahlan.

”Ini untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas dan antisipasi kemacetan. Kami sudah merapatkan dengan pihak pemkot dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya.

Di Kota Semarang, tambah Catur, total akan ada 22 ruas jalan yang dibuat searah. Yang sudah diberlakukan saat ini, di antaranya Jalan MT Haryono mulai simpang Bangkong hingga Bubakan, Jalan Indraprasta, Jalan Depok, dan Jalan Dr Cipto, Jalan Gombel Baru, dan Jalan Gombel Lama. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news