33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

140 Siswa Terima Bantuan Bos Daerah

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

KENDAL—Sebanyak 140 siswa kurang mampu di SMP Negeri 1 Kendal menerima dana Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) yang bersumber dari pemerintah daerah. Dana BOS daerah tersebut diterimakan dalam bentuk perlengkapan sekolah dan uang saku.

Perlengkapan sekolah yang diberikan yakni berupa dua set seragam sekolah, satu buah tas, sepasang sepatu, dan alat tulis sekolah. Seperti buku, bolpoin, dus grip, penggaris dan sebagainya. Sedangkan besaran uang saku yang diberikan sebesar Rp 200 ribu untuk 20 hari. Bantuan diserahterimakan siswa dengan didampingi orang tua siswa di ruang aula sekolah setempat. “Bantuan ini sangat membantu kami, orang tua siswa yang kurang mampu untuk terus dapat menyekolahkan anak-anak kami,” ujar Munjawanah, salah satu orang tua siswa, Rabu (4/1) kemarin.

Ia berharap, bantuan dana BOS daerah ini bisa terus digulirkan. Sehingga, seluruh anak-anak di Kendal yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan sekolah. “Sehingga tidak ada siswa putus sekolah. Serta anak-anak terus bersemangat dalam belajar,” katanya.

Hal senada dikatakan Sugiyono, orang tua siswa penerima dana BOS daerah. Ia menambahkan bantuan tersebut diakuinya meringankan bebannya untuk membiayai anak-anaknya sekolah.

Kepala SMP 1 Kendal, RR Intan Noor Cahyani mengatakan bahwa dana BOS daerah merupakan dana bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kendal. Dari 700 siswa, yang mendapatkan tahun ini ada 140 siswa melalui proses verifikasi dengan pemerintah desa tempat tinggal masing-masing siswa.

Kriteria siswa yang mendapatkan dana BOS daerah yakni mempunyai Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Program Keluarga Harapan (PKH), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kepala desa tempat siswa berdomisili. “Jadi memang tepat sasaran, karena sekolah memberikan siswa berdasarkan surat rekomendasi dari desa,” tandasnya.

Dirinya berharap, pemberian dana BOS daerah Kabupaten Kendal dapat memacu semangat belajar para siswa. Sebab adanya kepedulian dan perhatian dari Pemkab terhadap permasalahan pendidikan. “Bantuan ini merupakan pertama kali digulirkan tahun ini, rencananya akan berlangsung setiap tahun,” tambahnya.

Pemberian bantuan sengaja diberikan dalam bentuk barang, agar tepat sasarann penggunannya. Sedangkan uang transport siswa diberikan selama 20 hari dengan besaran Rp10 ribu per hari, total Rp 200 ribu.

Para siswa saat penyerahan bantuan didampingi oleh orang tua/wali mereka.”Bantuan tersebut kami serahkan kepada siswa yang bersangkutan, dengan sepengetahuan orang tua masing-masing. Agar bantuan yang ada benar-benar digunakan sebagaimana mestinya,” tambahnya. (bud/ida)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Massa Tolak Rencana Pendirian FPI

SALATIGA – Sejumlah massa dari beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Salatiga menggelar aksi unjuk rasa di halaman Polres Salatiga, Sabtu (15/4) pagi. Mereka...

Presiden Tekankan Pentingnya Kebhinnekaan

PEKALONGAN - Dengan menggunakan kain sarung dan berkemeja hitam, Presiden RI Joko Widodo, Minggu (08/1) bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kapolri, Panglima, Gubernur Jateng,...

Kanker Getah Bening, Hadi Utomo Meninggal

UNGARAN–Ratusan pelayat membanjiri pemakaman mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo di kompleks pemakaman keluaraga Pujo Utaman Desa Klepu Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu...

Menunggu Putusan Sabrina

Oleh: Dahlan Iskan Senin kemarin sidang lagi: apakah Sabrina Meng bisa dibebaskan. Dengan jaminan. Rp 10 miliar. Atau harus tetap ditahan. Bahkan diekstradisi ke Amerika...

Menjaga Mata Air dengan Nyadran Kali

SEMARANG - Sedikitnya 20 penari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) terlibat dalam prosesi adat Nyadran Kali di Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Kamis...

IAIN Kembangkan Bisnis Konsep Syariah

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggandeng PT Lor Internasional Hotel (LIH) untuk mengembangkan bisnis dengan konsep syariah. Selain bersifat bisnis, kerja...