33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Perangkat Daerah Wajib Tertib Administrasi

OPD Didorong Sukseskan 16 Program Utama Bupati

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DEMAK-Para kepala dinas maupun kepala bagian (kabag) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, diwajibkan tertib administrasi dalam menjalankan tugasnya. Ini diperlukan untuk menghindari kasus hukum yang rawan terjadi.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor), Selasa (3/1) kemarin, terkait penetapan nomenklatur, akronim, kop dinas, stempel, serta alamat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Demak. Rakor yang dipimpin langsung Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di ruang Bina Praja tersebut menjadi momentum untuk menata aset satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau OPD yang ada. Rakor juga dihadiri Asisten I AN Wahyudi, Asisten II Windu Sunardi dan Asisten III Agus Supriyanto.

Sekda dr Singgih Setyono menegaskan, setiap OPD diberikan kesempatan selama 2 minggu pasca pelantikan untuk menyelesaikan penataan aset SKPD. Untuk mobil dinas, OPD dipersilahkan berkoordinasi dengan Asisten III Setda agar tidak terjadi salah administrasi. Kalau ada serah terima, harus dilengkapi dengan dokumen atau surat. Selain mobil dinas, setiap OPD juga dapat menyesuaikan penempatan kantor sebagaimana yang telah dikoordinasikan Asisten III.

“Semua aset di SKPD yang lama masih menjadi tanggung jawab SKPD yang lama. Dan, setelah dua minggu aset tersebut menjadi tanggung jawab SKPD yang baru. Serahterima aset harus dilengkapi dokumen. Ini supaya tidak terjadi saling lempar tanggung jawab setelah lewat sebulan. Jadi, jangan main-main dengan administrasi,” katanya.

Selain itu, Sekda dr Singgih juga meminta para kepala dinas atau kabag untuk fokus melaksanakan 16 program utama Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto, termasuk menata aset pemkab tersebut. Ini agar Pemkab Demak dapat meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP). “Untuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan dinas lainnya harus bekerja keras,” ujarnya.

Dr Singgih menambahkan, setiap OPD juga harus dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, OPD akan lebih maju dalam menjalankan programnya. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dijalankan supaya ada perbedaannya. “Harus ada perencanaan. Kemudian, bentuklah tim yang solid dan melibatkan semua anggota dan staf OPD. Selain itu, lakukan evaluasi rutin baik mingguan maupun bulanan,” katanya.

Untuk menunjang keberhasilan perencanaan itu, kata dr Singgih, agar OPD menggunakan IT (tekhnologi informasi) secara baik, dan memperbaiki data secara valid. “Kembangkan terus sumber daya yang ada. Jangan takut dengan staf yang lebih pinter,” katanya.

Bupati HM Natsir mengatakan, para kepala dinas maupun kabag dalam OPD yang baru segera menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk terkait program maupun penempatan perkantoran yang ada. “Segera dan bekerja keras untuk meraih WTP,”katanya. (hib/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Santri Harus Paham Bahaya Radikalisme

KENDAL—Aksi teroris oleh oknum yang mengatasnamakan Islam menjadi kepirhatinan Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj. Makanya, perlu ditekankan bahaya terorisme sejak...

DPRD Kota Magelang Tak Ada Reses

MAGELANG - DPRD Kota Magelang hingga saat ini tidak melakukan reses seperti di kota dan kabupaten lainnya. Pasalnya, wilayah Kota Magelang cukup kecil sehingga...

Lima Tahun Jateng Lampaui Nasional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir atau sejak 2012. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini lebih cepat...

Uniknya Konser Musik Barang Bekas

MAGELANG – Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kota Magelang menyelenggarakan konser musik barang bekas, Selasa, (4/4) lalu di Gedung Wanita, Kota Magelang....

Jadi Model dan Penyiar TVRI

BERAWAL dari suka difoto, akhirnya Ina Nurwinda tertarik menekuni dunia modeling. Sejumlah lomba model pun berhasil dimenangkan. Yang terbaru, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES)...

Mendorong Siswa Membuat Tembang Gambuh

RADARSEMARANG.COM - BAHASA Jawa dianggap sulit bagi siswa. Hal tersebut dikarenakan kebiasaan dalam berkomunikasi tidak menggunakan Bahasa Jawa. Siswa rata-rata berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia....