33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Longsor Susulan, 33 Rumah Warga Rusak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN-Setelah seminggu sebelumnya terjadi tanah bergerak di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin, terjadi longsor susulan. Setelah hampir dua hari diguyur hujan deras. Akibatnya, 33 rumah rusak dan ditinggalkan pemiliknya lantaran khawatir terjadi longsor susulan yang lebih besar.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, yang datang ke Dukuh Pringamba memberikan bantuan kepada 500 warga Dukuh Pringamba, sempat mengimbau agar warga untuk sementara tidak menempati rumah tersebut, mengingat hujan deras masih sering turun.

Sekretaris Desa Klesem, Winto, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 rumah di Dukuh Pringamba yang ditempati lebih 170 warga, kondisinya rusak. Menurutnya Dukuh Pringamba itu berada di pedukuhan terpencil, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga. Kontur tanahnya labil atau bergerak. Sehingga akses jalan menuju dukuh tersebut sangat sulit, karena beberapa ruas jalan terputus, akibat tanah bergerak. “Warga Dukuh Pringamba sebagian besar menghendaki adanya relokasi, karena tanah yang mereka tempati sering bergerak,” ungkap Winto.

Karena Desa Klesem tidak memiliki lahan desa yang bisa digunakan untuk merelokasi warga, Winto menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Pekalongan. Namun demikian, pihak desa akan melakukan pendataan, mengingat 500-an warga tidak semuanya menghendaki adanya relokasi ke desa lain. “Dari 500 warga, sebagian besar memang menghendaki relokasi. Namun kami akan melihat terlebih dahulu, kemana warga dukuh akan direlokasi oleh Pemkab Pekalongan,” kata Winto.

LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LONGSOR : Situasi longsor yang terjadi di Dukuh Pringamba, Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam (3/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, menjelaskan bahwa Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang, memang masuk zona merah yang sangat rawan longsor dan tanah bergerak saat hujan melanda wilayah tersebut. Saat ini, sudah ada 33 rumah warga rusak dan 40-an rumah lainnya rawan longsor. “Penduduk di wilayah Dukuh Pringamba, Desa Klesem memang perlu direlokasi. Jika tetap bertahan tinggal di wilayah itu, sangat berbahaya,” jelas Bambang.

Bambang menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Pekalongan saat ini sedang meminta bantuan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta untuk memetakan lokasi zona merah dan lokasi yang sebaiknya digunakan untuk relokasi. Setelah bantuan BMKG turun, BPBD Kabupaten Pekalongan akan mengusulkan relokasi kepada Bupati Pekalongan. “Bupati sudah berkunjung ke Dukuh Pringamba Desa Klesem tersebut untuk memberikan bantuan dan mencarikan solusi terhadap warga yang terkena longsor. BPBD Kabupaten Pekalongan masih menunggu hasil kajian BMKG, setelah itu baru akan menentukan lokasi relokasinya,” tegas Sudjatmiko. (thd/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ubah Umbi Talas, Jadi Makanan Sereal

Pemanfaatan umbi talas sebagai makanan pendamping, hingga kini belum dimaksimalkan. Bahkan dari segi pengolahan makanan, bahan umbi talas masih dipandang sebelah mata dan ditinggalkan....

Lini Tengah Minim Kreativitas

RADARSEMARANG.COM - KEKALAHAN 2-0 atas Bali Uneted menjadi alarm tanda bahaya bagi tim PSIS Semarang untuk segera berbenah dan bangkit di laga selanjutnya menjamu...

Hutan Gundul Jragung Jadi Perhatian

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak dua ribu pohon berbagai jenis ditanam di hutan gundul Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, kemarin. Setidaknya ada 4,8 hektare lahan perhutani...

Pegawai PN Jalani Tes Urine

KEBUMEN – Polres Kebumen secara mendadak menggelar tes urine pada pegawai Pengadilan Negeri (PN) Kebumen, Jumat (17/11) pagi. Tanpa terkecuali, semua pegawai ataupun karyawan...

Prof Darmanto Ajarkan Kemerdekaan Berpikir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemakaman dosen dan budayawan, Prof Darmanto Jatman SU, telah dilaksanakan, Senin (15/1) kemarin. Prosesi pemakaman berlangsung penuh khidmat. Jenazah dikebumikan di...

Taksi Online Dilarang Beroperasi sebelum Urus Izin

SEMARANG - Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Dikki Rulli Perkasa menegaskan, aturan yang terpasang menggunakan spanduk di depan Stasiun...