33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Kadinas Pasar Trijoto ’Masuk Kotak’

Stok Pejabat Habis, 4 Kadinas Kosong

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

SEMARANG – Sebanyak 40 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dalam perombakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, baru 36 jabatan yang terisi dan dilantik oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (3/1). Praktis, masih ada 4 jabatan setingkat kepala dinas kosong alias belum terisi. Kosongnya 4 jabatan tersebut lantaran pemkot kehabisan stok pejabat berpangkat Eselon II. Selain 36 pejabat tersebut, juga dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang yang masih dijabat Adi Tri Hananto.

Dari perombakan jabatan OPD itu, hanya ada satu pejabat yang terkesan ’dibuang’ alias masuk ’kotak’. Dia adalah Trijoto Sardjoko yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pasar Kota Semarang. Kini, dia digeser menjadi Asisten Administrasi Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Semarang.

Jabatan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang sekarang berubah menjadi Dinas Perdagangan Kota Semarang yang ditempati oleh Fajar Purwoto. Fajar yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Semarang, kini diganti oleh Eko Cahyono. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Agus Harmunanto juga digeser. Kini ia menjadi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggantikan Iwan Budi Setiawan yang kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Selain digeser, ada juga pejabat yang menempati posisi semula, seperti Bambang Haryono yang masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Pendidikan masih dijabat Bunyamin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota masih dijabat Widoyono.

Sedangkan sejumlah SKPD yang dilebur maupun dipisah masih diisi pejabat lama, seperti Iswar Aminuddin yang membawahi Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dinas tersebut merupakan penggabungan antara Dinas Bina Marga dan PSDA ESDM. Kemudian Ayi Yudi Mardiana yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), karena telah dipisah menjadi dua badan, kini Yudi Mardiana membawahi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sementara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dikepalai Sri Martini, yang sebelumnya Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT).

Pelantikan dan sumpah jabatan untuk pejabat Eselon II ini dilakukan di Ruang Loka Krida Gedung Moch Ichsan Lantai VIII Kompleks Balai Kota Semarang sekitar pukul 08.00 kemarin. Sedangkan pelantikan untuk Eselon III dan VI dilakukan di Gedung Merapi Grand Ballroom PRPP Jawa Tengah sekitar pukul 11.00.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang, Bambang Sukono menyebutkan, secara rinci rekapitulasi formasi jabatan OPD baru Pemkot Semarang, yakni pejabat Eselon II.a terisi 1 pejabat. Sedangkan untuk Eselon II.b formasi OPD baru terisi 36 pejabat. ”Artinya, untuk Eselon II.b ini masih ada kekosongan 4 dinas,” kata Bambang Sukono.

Dikatakannya, keempat dinas yang masih kosong tersebut, masing-masing Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Ketahanan Pangan. ”Sementara diisi oleh Plt (Pelaksana Tugas), karena kekurangan stok pejabat Eselon II.b. Dalam waktu dekat nanti akan dilakukan lelang terbuka,” ujarnya.

Sedangkan untuk Eselon III.a terdapat 69 formasi, dan telah terisi 68, atau masih kosong 1 jabatan. Eselon III.b ada sebanyak 146 formasi telah terisi semua. Sedangkan untuk Eselon IV.a, ada sebanyak 890 formasi, terisi 874 orang, atau masih kosong 16 jabatan. Untuk Eselon IV.b terdiri atas 856 formasi, terisi 818 orang, atau masih kosong 38 jabatan. ”Secara total jumlah formasi OPD baru 2.002 jabatan, terisi 1.943 orang, dan total yang masih kosong sebanyak 59 jabatan,” kata Bambang.

Dijelaskannya, untuk jabatan kepala dinas yang masih kosong, nantinya akan dilakukan lelang dalam waktu dekat. ”Soal waktu masih menunggu Pak Wali (Wali Kota Hendrar Prihadi). Nanti pakai seleksi terbuka yang dilakukan oleh panitia seleksi (Pansel). Orang yang bisa mengikuti ada syarat-syarat khusus, terutama berasal dari Eselon III. Yang jelas secepatnya,” tandasnya.

Untuk jabatan camat di Kota Semarang, hanya ada satu orang yang digeser, yakni Camat Semarang Utara, Jaka Sukawijaya. ”Semua camat tetap, kecuali Camat Semarang Utara, sekarang menjadi Kabag Tata Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang yang baru, Agus Harmunanto, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat internal untuk mengoptimalkan peran BPBD, utamanya menghadapi musim penghujan dan cuaca ekstrem. ”Kinerja BPBD harus lebih optimal, kita akan memberi pelayanan masyarakat, utamanya yang terkena bencana semaksimal mungkin,” ujarnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Wali kota menjelaskan, pelantikan pejabat eselon II ini sifatnya sekadar pengukuhan dan mutasi saja. Tidak ada promosi. Dalam proses seleksi, Hendi mengklaim telah bekerja sama dengan Polri. ”Kemarin kita bekerja sama dengan Polri untuk uji kompetensi. Dari situ saya mendapat data dan masukan terkait kemampuan pejabat eselon II ini. Dari sisi itu kita bisa menentukan untuk menempatkan orang-orang ini ke SKPD yang lebih tepat,” bebernya.

Wali kota meminta agar pejabat tidak mengartikan penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru tersebut sebagai pembuangan. ”Jangan merasa penempatan ini menjadi tempat buangan, mari bekerja bersama untuk menjadikan Semarang lebih hebat lagi,” kata Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrabnya meminta agar pejabat segera bergerak dan berinovasi. Melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan sesuai dengan aturan yang ada. Program-program yang telah direncanakan agar direalisasikan. ”PR (pekerjaan rumah) pada tahun 2017 harus segera diselesaikan, kita akan pantau. Kalau memang sampai waktu tertentu tidak ada realisasi, saya pastikan 2018 kita ketemu lagi dalam mutasi jabatan,” tegas wali kota. ”Tapi kalau di tengah jalan ada yang tidak sanggup harus ganti, tidak menunggu enam bulan atau setahun,” imbuhnya.

Pihaknya juga menekankan agar pejabat menghindari pungutan liar (pungli). Jangan sampai memungut sesuatu yang tidak ada landasan atau payung hukumnya. ”Kita stop habis pungli di Kota Semarang,” tandasnya.

Hendi mengakui ada empat posisi kepala dinas yang kosong lantaran kehabisan stok pejabat. ”Stok Eselon II sudah habis. Kalau ambil langsung eselon aturannya harus melalui lelang jabatan, maka kami ikuti saja,” kata Hendi.

Dijelaskannya, untuk lelang jabatan Eselon II tersebut, BKD Kota Semarang nanti akan membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk melakukan promosi jabatan. ”Jadi, nanti dari Eselon III seperti camat, sekretaris, dan kabag kalau mau jadi kepala dinas, boleh ikut seleksi,” terangnya.

Kekosongan jabatan empat kepala dinas ini sementara diisi oleh Pelaksanan Tugas (Plt). ”Segera kami minta kepada sekda untuk menunjuk sekretaris di masing-masing dinas sebagai Plt,” imbuhnya.

Dikatakan Hendi, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Semarang sebanyak 12.000 orang. Sehingga kalau saat ini berkumpul sebanyak 2.002 PNS, maka artinya kurang lebih 17 persen orang yang berkumpul ini merupakan kader pilihan di Pemkot Semarang. ”Harapan saya, mari bersama-sama mewujudkan target hingga 2021 bahwa Semarang harus menjadi lebih baik dan lebih hebat. PR-nya masih banyak,” tandasnya.

Hendi mewanti-wanti agar jajarannya bekerja secara profesional. Sebab, aparat penegak hukum saat ini luar biasa detail menyoroti kinerja pemerintahan. ”Semarang juga pernah mengalami prahara politik pada 2011 lalu. Baru saja tetangga kita di Klaten dan Kebumen juga mengalami prahara politik. Saya tidak ingin ini terjadi lagi di Pemerintah Kota Semarang,” pesannya.

Wali kota menjelaskan, pelantikan pejabat eselon II ini sifatnya sekadar pengukuhan dan mutasi saja. Tidak ada promosi. Dalam proses seleksi, Hendi mengklaim telah bekerja sama dengan Polri. ”Kemarin kita bekerja sama dengan Polri untuk uji kompetensi. Dari situ saya mendapat data dan masukan terkait kemampuan pejabat eselon II ini. Dari sisi itu kita bisa menentukan untuk menempatkan orang-orang ini ke SKPD yang lebih tepat,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta agar wali kota terus memantau kinerja para pejabat yang baru saja dilantik. Jika memang dalam perjalanan tidak dapat melaksanakan tugas atau mengatasi persoalan yang ada di Kota Semarang, maka dia meminta agar wali kota tidak segan-segan menggantinya.

Anggota DPRD Kota Semarang, Mualim, mengatakan, penataan SOTK ini diharapkan benar-benar profesional dan sesuai dengan bidang keahliannya. ”Saya yakin wali kota tidak hanya asal ditunjuk. Harapannya, ya kemarin yang belum maksimal agar selanjutnya ada perubahan. Saya yakin, wali kota sudah melalui proses seleksi. Sehingga bisa memilih pejabat yang punya kompetensi,” katanya.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan ke depan. Misalnya, Dinas Pasar Kota Semarang, sekarang menjadi Dinas Perdagangan Kota Semarang, masih banyak persoalan pasar yang belum diselesaikan. ”Revitalisasi sejumlah pasar tradisional selama ini masih jauh dari harapan. Belum maksimal, maka butuh kerja keras lagi. Bagaimanapun revitalisasi pasar harus cepat diselesaikan, jangan sampai molor-molor lagi,” bebernya.

Mualim meminta agar wali kota memiliki catatan dalam kurun waktu tertentu. Apabila dalam kurun waktu tertentu tidak memiliki progres perubahan lebih baik, maka wali kota harus tegas. ”Apabila catatannya tidak bagus, nanti sewaktu-waktu bisa saja diganti lagi. Tidak harus serentak seperti ini,” tegasnya. (amu/zal/aro/ce1)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Selesai Dibangun, 9 Pasar Belum Ditempati Pedagang

SEMARANG – Sebanyak sembilan pasar tradisional di Kota Semarang hingga Januari 2017 ini belum ditempati pedagang. Padahal sembilan pasar tradisional tersebut telah selesai dibangun....

Tugas Utama, Kuatkan Mental Anak

RADARSEMARANG.COM - Sebagai istri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Krisseptiana Hendrar Prihadi otomatis memiliki sejumlah jabatan yang melekat. Diantaranya Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan...

Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

DEMAK-Aparat Satpol PP kembali melakukan penertiban terhadap peredaran minuman keras (miras) di wilayah Demak. Kali ini, sasarannya berada di daerah Kecamatan Mranggen dan Kebonagung. Kepala...

Punya 400 Nasabah, Sebulan Kumpulkan 100 Kg Sampah

Sampah kemasan minuman kerap dibuang begitu saja. Namun di tangan para pengelola Bank Sampah Resik Becik, bisa disulap menjadi aneka produk yang bernilai ekonomis...

Gorong-gorong Ambles, Lalu Lintas Macet

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Arus lalu lintas di ruas jalan Kuripan Karangawen macet total akibat gorong-gorong ambles. Lokasi tepatnya berada di depan SDN 3 Karangawen. Gorong-gorong...

Konsumen D’paragon Minta Uang Kembali

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah konsumen PT D'paragon Labbaika Utama meminta uang yang telah dibayarkan untuk dikembalikan. Sebab, sejak tahun 2015, apartemen yang direncanakan berdiri di Jalan...