33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Kadinas Baru Masih Adaptasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Di hari pertama kerja, Selasa (3/1), para pejabat eselon II yang menempati satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru masih melakukan konsolidasi dengan jajaran kepala bidang (kabid). Mereka mempelajari data, anggaran, target, persolan, serta permasalahan yang harus ditangani dalam waktu dekat.

Seperti yang dilakukan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Urip Sihabuddin. Di hari pertama kerja, dia mengumpulkan semua kabid untuk melakukan konsolidasi. Menyiapkan langkah konkret untuk menyelesaikan target yang telah dirancang kepala dinas sebelumnya.

Selain itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng ini juga mencermati dokumen perencanaan untuk memahami terkait arah kebijakan SKPD yang kini dipimpinnya. ”Kalau soal data, semua sudah ada di dokumen perencanaan. Termasuk target dan program kerja. Tinggal mencermati saja. Mempertajam dan disesuaikan dengan kebutuhan atau tugas yang harus segera diselesaikan,” ucapnya.

Urip juga proaktif menjalin hubungan dengan mantan Kepala SKPD sebelumnya. Yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Prasetyo Aribowo. Entah sekadar konsultasi, atau penekanan hal apa saja yang bisa dijadikan pegangan dalam menjalankan program.

Terkait keberadaan Kabid yang juga baru di bidangnya, Urip mengaku tidak menjadi kendala. Sebab, kekuatan SDM yang sudah berpengalaman di bidang tersebut sudah cukup banyak. Dari kepala-kepala seksi, misalnya. ”Jadi tidak ada yang benar-benar baru,” tegasnya.

Senada dilakukan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Capil Jateng, Sudaryanto. Dia mengaku tengah fokus melakukan penyesuaian lantaran SKPD yang dipimpinnya merupakan gabungan dari dua dinas. ”Seharian tadi (kemarin, Red), melakukan konsolidasi dengan kabid dan sekretaris,” katanya.

Terkait pergantian nomenklatur, dia mengaku sudah siap semua. ”Itu kan dulu saya yang ngurusi. Sudah clear. Tinggal neteli dan mencetak saja. Kan butuh waktu,” ucap mantan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Setda Jateng ini.

Sementara itu, Pengamat Pemerintahan dari Undip Semarang, M. Yulianto menjelaskan, idealnya, dalam satu bulan ini kepala SKPD baru fokus pada penguasaan data, persoalan, program, anggaran, serta tugas-tugas yang harus dilakukan sesuai tupoksi masing-masing. Mereka juga harus segera melakukan penyesuaian dengan lingkungan dan bawahan baru, secepat mungkin.

Menurutnya, konsolidasi merupakan hal mutlak untuk penguasaan program-program dan melakukan akselerasi. Bisa dibilang, hingga Maret mendatang, SKPD yang dipimpin kepala yang baru, mengalami vakum. Sebab, fungsi penting SKPD adalah melakukan inovasi kebijakan dan kreativitas program kerja untuk melakukan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Untuk bisa melakukan inovasi kebijakan dan kreativitas program kerja, butuh waktu. Mungkin, setelah tiga bulan, baru bisa berimprovisasi,” bebernya.

Yulianto juga meminta masing-masing Kepala SKPD melakukan komunikasi intens dengan kepala sebelumnya. Terutama terkait sinkronisasi program dan database sebagai pendukung program kerja. Membangun komunikasi eksternal juga dirasa penting untuk menguasai permasalahan dan mencari solusi.

”Saya yakin, semua eselon II sudah paham dan bisa melakukannya. Apalagi mereka sudah berpengalaman dan bisa dibilang birokrat senior. Juga pernah punya pengalaman mutasi jabatan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ngantuk, Tronton Tercebur Sungai

KENDAL—Lantaran pengemudi mengantuk, sebuah truk tronton menabrak pagar jembatan. Akibatnya pagar roboh dan truk bernopol B 9625 BYT yang dikemudikan Handi Susianto, 34, itu tercebur...

Cegah Mobilisasi Massa 212

MAGELANG – Untuk mengantisipasi mobilisasi massa alumni 212 di Monas Jakarta, aparat Polres Magelang Kota mengadakan razia penyekatan di ruas Jalan Ahmad Yani Magelang...

Sampaikan Pesan Kepada Guru Lewat Wayang Orang

SEMARANG – Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mencoba menyampaikan pesan kepada pendidik di Indonesia untuk menjadi seorang pengajar yang baik demi menghasilkan generasi bangsa...

Buruh Gentong Terima THR Setengah UMK

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Janji PR Gentong Gotri memberikan THR ditepati. Meski tidak penuh, 1.151 karyawan menerima THR di LIK Megawon. Namun, untuk gaji akan...

Didik Pemain Sepak Bola Berkarakter

Nama Edy Prayitno di dunia persebakbolaan Jawa Tengah sudah tidak asing lagi. Ia adalah pelatih Persikama Kabupaten Magelang, sekaligus salah satu pendiri klub tersebut...

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 23 Miliar

MAGELANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Magelang menggandeng kader Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk memperluas cakupan kepesertaan. Inovasi...