33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Dukun Pengganda Uang Ditangkap

Uang Rp 300 Juta Ditukar Rp 59 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Seorang kakek bernama Kiswanto, 59, warga Ling Glondongan RT 4 RW 3 Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang ditangkap aparat Polrestabes Semarang. Penangkapan itu terkait dugaan kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Pria beristri tiga ini dibekuk aparat di sebuah klinik di daerah Gunungpati saat menunggui istri keduanya dirawat, Minggu (1/1) sekitar pukul 22.30 kemarin.

Sedangkan korban aksi “Kanjeng Dimas ala Bawen” ini adalah Kasmun, 60, warga Tlogo, Desa Pundearum, Karangawen, Demak. Korban terbujuk rayu pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang mencapai miliaran rupiah.

Kejadiannya berawal saat pelaku bertemu korban pada awal Mei 2016 lalu. Sedangkan penyerahan uang dilakukan di Bank BNI Jalan Pandanaran Semarang pada 15 Mei 2016. Lantaran merasa ditipu, korban kemudian melaporkan pelaku ke Polrestabes Semarang pada pertengahan Oktober 2016.

“Modusnya penggandaan uang. Korban dijanjikan uang Rp 300 juta miliknya bisa digandakan menjadi Rp 5 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (3/1).

Modus yang dilakukan Kiswanto dengan cara melakukan ritual layaknya seorang dukun. Guna meyakinkan korbannya, pelaku menggunakan sesaji berupa kembang tujuh rupa, dupa, minyak wangi, kinang dan sebuah batu yang diakui sakti, serta bisa berkomunikasi dengan makhluk halus. Selain itu ada juga kursi untuk melakukan ritual.

“Batu itu diolesi minyak, terus digosok-gosokkan. Keterangan dari pelaku, itu untuk berkomunikasi dengan gondoruwo yang nantinya bisa menggandakan uang,” bebernya.

Setelah menerima uang, Kiswanto mengajak korban masuk ke dalam ruangan kamar dan berpura-pura melakukan ritual. Ritual dilakukan di rumah Kiswanto di Pakintelan, Gunungpati. “Korban kemudian diberi kardus bekas televisi yang katanya berisi uang Rp 5 miliar. Bukannya bertambah, namun uang menyusut menjadi Rp 59 juta dalam bentuk uang pecahan kertas Rp 2.000,” ujarnya.

Merasa ditipu, korban lantas menagih janji uang sebesar Rp 5 miliar tersebut kepada pelaku. Namun pelaku hanya menyanggupi dengan janji-janji. Selain itu, pelaku juga sudah kabur ketika dicari korban di tempat tinggalnya saat melakukan ritual.

Kiswanto berdalih aksi penipuan dengan modus penggandaan lantaran didesak oleh rekannya bernama Agus, yang kini masih buron. Menurutnya, Agus merupakan perantara dengan korban agar uangnya digandakan. “Saya sebenarnya tidak mau, karena tidak bisa menggandakan. Tapi saya dipaksa. Akhirnya saya mau dan uang Rp 300 juta saya terima,” ujarnya.
Uang hasil kejahatan tersebut telah dibagi dua antara Kiswanto dengan Agus. Kiswanto mendapat Rp 100 juta, sedangkan Agus Rp 140 juta. Sisanya, dipakai untuk membeli kendaraan dan keperluan sesaji ritual. “Uang Rp 100 juta untuk bayar utang di bank. Saya punya utang Rp 175 juta. Ini bayarnya juga masih kurang,” akunya. (mha/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Pertanyakan Sebab Rendahnya Serapan APBD

UNGARAN – Rendahnya penyerapan anggaran APBD 2017 mengundang keprihatinan dari kalangan DPRD Kabupaten Semarang. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto berharap Bupati Semarang Mundjirin...

PDIP Berharap Lawan Kotak Kosong

SEMARANG-Sejumlah partai politik (parpol) berencana menjalin koalisi agar hanya muncul dua calon pada Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Seperti yang dilontarkan Ketua DPD I Partai...

Pembangunan Pasar Muntilan Akan Diawasi

MUNGKID—Pembangunan Pasar Muntilan yang sempat tertunda karena adanya sejumlah penolakan, dipastikan segera dimulai. Kemarin, hasil rapat yang digelar Pemkab memutuskan bahwa proyek senilai Rp...

Siapkan Lahan Rest Area di Pantai Celong

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah rencana penambahan lokasi rest area disetujui oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dengan sigap langsung menyiapkan lahan untuk...

Belum Ada Korban Pungli yang Melapor

WONOSOBO—Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo, Agustinus, meminta korban pungli untuk melapor ke Satgas Saber Pungli. Yang menarik,sejak Satgas Saber Pungli dibentuk pada 13 Januari 2017...

Dies Natalis Unisbank, Ruth Sahanaya Memukau

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Salah satu diva Indonesia, Ruth Sahanaya sukses membangkitkan kenangan alumnus Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, dalam puncak acara Dies Natalis Unisbank ke-50, Sabtu malam...