33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

BRT Pintu Terbuka Melanggar SOP

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ditemukannya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang pintunya terbuka saat beroperasi,  dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Apalagi sejumlah penumpang dibiarkan bergelantungan di pintu bus. Tentu saja, aspek kenyamanan dan keamanan penumpang terabaikan.

”Sesuai SOP, pintu BRT hanya boleh dibuka-tutup saat berada di halte. Jadi, kalau dalam perjalanan pintu dalam kondisi terbuka, jelas itu tidak boleh,” tegas anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Golkar, Anang Budi Utomo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/1).

Dikatakannya, kenapa pintu BRT didesain sama tinggi dengan halte, maka hanya di halte tersebut, pintu BRT boleh dibuka untuk akses keluar masuk penumpang. Pintu harus ditutup kembali jika BRT berjalan. ”Apalagi sampai ada penumpang bergelantungan. Itu jelas tidak boleh. Aspek keselamatan terabaikan,” katanya.

Menurut Anang, BRT Trans Semarang yang kondisinya tidak layak jalan tetapi masih dioperasikan, harus mendapatkan perhatian serius dari pihak pengelola.

”Pelaksanaan SOP untuk operasional BRT harus dibenahi dan dilakukan analisis. Jika memang kondisinya sudah overload dan kekurangan armada, harus dilakukan penambahan bus. Termasuk trayek mana saja yang overload harus dilakukan penambahan bus,” katanya.

Menurut Anang, selama masih dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT), BRT tidak akan bisa profesional. Karena itu, ke depan, Pemkot Semarang harus segera mengakuisisi BRT Trans Semarang tersebut untuk dikelola oleh holding company. ”Harapannya pemkot segera mengoperasionalkan holding company tersebut, kemudian mengakuisisi BRT agar pengelolaannya bisa maksimal,” harapnya.

Manajer Operasional BRT Trans Semarang, Mulyani, mengklaim semua bus dalam kondisi baik. ”Kalau soal kondisi armada sebenarnya tidak ada yang berusia tua. Coba nanti akan kami cek,” janjinya.

Dikatakannya, biasanya jika memang ada kerusakan apa pun di perjalanan, petugas bus akan mengoper penumpang ke bus yang lain. ”Kalau memang ada kerusakan biasanya langsung dilakukan perbaikan ke bengkel untuk dibenahi,” ujar dia sambil menegaskan sesuai SOP, BRT yang sedang mengangkut penumpang tidak diperbolehkan berjalan dengan pintu terbuka. ”Tidak boleh, karena membahayakan keselamatan,” katanya. (amu/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalan Masuk Pasar Hewan Diresmikan

MUNGKID-- Bupati Magelang Zaenal Arifin meresmikan pembangunan akses jalan menuju Pasar Hewan, Minggu (26/11) malam. Pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 510 juta itu diharapkan...

Tak Ingin Muspro, Fajar Gandeng Pedagang

WONODRI – Tidak ingin revitalisasi pasar tradisional muspro alias tidak berfungsi karena pedagang enggan menempati bangunan baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai menggelar sosialisasi...

Warga Korban Rob Dijamin Teraliri PDAM

KAJEN–Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memastikan warganya yang terdampak rob bisa mendapatkan air bersih melalui PDAM dan Pamsimas. Menyusul direalisasikannya, proyek Sistem Penyediaan Air Minum...

Bulan Madu Tunggu Selesai Hukuman 2 Tahun

RADARSEMARANG.COM - Pernikahan adalah momen sakral yang selalu dikenang. Tapi, bagaimana jika momen pernikahan itu digelar di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas)? Setidaknya itu yang...

Pastikan Program Pokok PKK Berjalan Baik

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, melakukan evaluasi 10 Program Pokok PKK di Desa Rowokembu dan Desa Pegaden...

Raih Penghargaan, Koleksi 2.000 Buku

Menjadi guru ideal memang tidaklah mudah. Selain terus mengasah dan membekali diri dengan kemampuan yang dibutuhkan dunia pendidikan, seorang guru juga harus banyak membaca....