33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

80 Persen untuk Wilayah Pinggiran

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Peningkatan infrastruktur di wilayah pinggiran masih menjadi fokus Pemkot Semarang pada 2017 ini. Bahkan pemkot telah menganggarkan dana Rp 400 miliar untuk memuluskan jalan di kawasan penyanggah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, dari anggaran Rp 654 miliar, 80 persennya diplot di wilayah pinggiran. Seperti pembangunan jalur alternatif di wilayah timur Semarang penghubung Demak. Pada APBD murni telah dianggarkan Rp 3,6 miliar.

”Dengan perbaikan jalan tersebut kami berharap pertumbuhan perekonomian di wilayah pinggiran dapat berjalan dengan baik, karena pembangunan infrastruktur tidak hanya dipusat kota saja namun menyebar ke pelosok,” ujar Iswar.

Iswar menjelaskan sejumlah paket pekerjaan fisik infrastruktur yang memiliki nilai besar di 2017 ini adalah peningkatan Jalan Madukoro senilai Rp 25 miliar, peningkatan Jalan Tlogosari Raya Rp 11,3 miliar, peningkatan Jalan Suratmo – WR Supratman Rp 11 miliar. Tidak hanya itu pihaknya menambahkan ada pebaikan drainase atau gorong-gorong di wilayah timur senilai Rp 20,7 miliar dan perbaikan jalan menuju Desa Wisata di Kota Semarang senilai Rp 7,6 miliar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta proyek fisik di 2017 ini segera dikerjakan, sehingga penyelesaian bisa tepat waktu.

Pihaknya tidak ingin sejumlah proyek di tahun 2016 yang tidak sesuai harapan terulang lagi di tahun ini. Seperti diketahui wali kota menyoroti sejumlah proyek peningkatan infrastruktur di wilayah pinggiran yang pengerjaannya terbilang lamban. Dia mencontohkan pembangunan di wilayah Jabungan dan Genuk yang dianggap terlalu tertinggal.

Tahun ini pemkot berencana menganggarkan Rp 20 miliar untuk kelanjutan pembangunan di wilayah Jabungan dan Rp 30 miliar untuk infrastruktur wilayah Genuk. “Dan jalan-jalan di wilayah pinggiran lain, seperti di Podorejo, Ngaliyan, Mangkang, Tugu, juga menjadi prioritas kita, betonisasi,” kata wali kota.

Pihaknya juga mewanti-wanti kepada kepala SKPD untuk tidak memakai kontraktor yang pernah wanprestasi. ”Segera lakukan lelang dan kerjakan. Saya minta SKPD terkait terus melakukan pantauan dan pengawasan di lapangan. Kontraktor harus bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target,” tegasnya. (zal/ce1)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Usulkan Deposit bagi Penyewa Mobil

SEMARANG – Sistem Tilang Elektronik (e-tilang) yang dibantu closed service television (CCTV) memaksa Organisasi Pengusaha Rent Car Daerah (Asperda) ikut melakukan perubahan. Sebab, jika...

Perang Saat Lebaran

Oleh: Dahlan Iskan Tidak ada saling memaafkan. Perang dagang itu akhirnya: jadi. Antara kekuatan ekonomi nomor satu dunia dengan runner upnya: Amerika Serikat Vs Tiongkok. Pembicaraan...

Booking yang Hamil Lebih Mahal

RADARSEMARANG.COM-BANYAK pilihan wanita penjaja syahwat di dunia maya. Mulai usia pelajar, mahasiswi hingga yang tengah hamil muda. Khusus, penjaja seks yang tengah berbadan dua...

Industri Elektronik Jadi Tulang Punggung Perekonomian

SEMARANG - Industri elektronik kini menjadi salah satu pendukung perekonomian di tengah  turunnya harga komoditas di sektor nonmigas.  Pemerintah gencar mengeluarkan berbagai kebijakan yang...

Prita Yusita, Bidan di Salatiga yang Gencar Kampanyekan Persalinan Alami

Terinspirasi dari Robin Lim yang memopulerkan persalinan secara alami. Prita Yusita, seorang bidan yang berdomisili di Salatiga termotivasi untuk mengedukasi perempuan bahwa proses persalinan...

Jalan Rusak Bikin Macet

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah kendaraan menghindar dari lubang saat melintas di Jalan RE Martadinata, Kota Semarang, Kamis (22/2). Genangan rob dan banjir mengakibatkan banyak ruas...