31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Cokrokembang Dijadikan Ikon Wisata

BATANG-Taman Wisata Cokrokembang yang terletak di Desa Mentosari Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang akan diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Batang. Rencananya akan diresmikan oleh Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, pada Rabu (4/1) hari ini.

Untuk mempromosikan kepada masyarakat, Taman Wisata yang dikelola oleh BUMDes setempat, menggelar lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak tingkat PAUD, RA/TK dan SD/MI se-Kecamatan Gringsing, yang diikuti sekitar 220 peserta, Selasa (3/1) kemarin.

“Lomba kali ini, kami mengambil tema Keragaman Budaya Nusantara. Dengan harapan, bisa menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan menanamkan sikap persatuan yang dipupuk semenjak dini,” ucap Ketua BUMDes Cokrokembang, Nasikhin sekaligus penyelanggara lomba.

Lomba yang dibuka oleh Kades Mentosari, Rahmat Suhadi ini menyediakan hadiah berupa piagam, piala dan bingkisan dari sponsorship. Agar fairplay, dewan juri diambil dari guru SMP, sehingga tidak ada ikatan emosional antara peserta dan dewan juri.

Perlu diketahui, Taman Wisata Cokrokembang terletak di ujung selatan desa dan bersebelahan dengan Bendungan Kedung Asem. Taman Wisata ini didesain dengan konsep Wisata Edukasi. Taman ini memiliki berbagai fasilitas untuk bermain anak dan area pendidikan. Seperti kolam renang, arena teater terbuka di pendopo utama. Didukung alam sekitar yang asri, dengan hamparan perbukitan dan bendungan, semakin menambah indah pemandangan di sekitar lokasi.

Sekretaris BUMDes Mentosari, Much Rachmat Rifa’I menjelaskan bahwa pihaknya sebagai pengelola sudah mempunyai rencana yang terprogram. Tentunya, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada menggelar lomba renang dan pertunjukan kesenian secara rutin. “Bahkan, saat ini sudah ada dua komunitas, yaitu pecinta burung dan motor trail yang menggunakan fasilitas di taman ini secara rutin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kecamatan Gringsing Abdul Manaf menyambut gembira dengan adanya Taman Cokrokembang. Terutama dengan adanya fasilitas kolam renang. “Saat ini, siswa yang mau praktik renang harus ke Limpung atau Weleri, sehingga cukup jauh. Tapi sekarang sudah ada di sini sehingga lebih dekat,” ucapnya senang.

Bahkan diungkapkan Manaf, pengelola taman juga memberikan layanan khusus bagi atlet renang. “Dengan membebaskan biaya masuk kolam renang bagi perenang yang punya prestasi dan ingin berlatih rutin. Sehingga bisa mengurangi beban biaya sewa kolam renang,” katanya. (han/sct/ida)

Latest news

Related news