31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Perangkat Daerah Wajib Tertib Administrasi

DEMAK-Para kepala dinas maupun kepala bagian (kabag) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, diwajibkan tertib administrasi dalam menjalankan tugasnya. Ini diperlukan untuk menghindari kasus hukum yang rawan terjadi.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (Rakor), Selasa (3/1) kemarin, terkait penetapan nomenklatur, akronim, kop dinas, stempel, serta alamat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Demak. Rakor yang dipimpin langsung Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto dan Sekda dr Singgih Setyono MMR di ruang Bina Praja tersebut menjadi momentum untuk menata aset satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau OPD yang ada. Rakor juga dihadiri Asisten I AN Wahyudi, Asisten II Windu Sunardi dan Asisten III Agus Supriyanto.

Sekda dr Singgih Setyono menegaskan, setiap OPD diberikan kesempatan selama 2 minggu pasca pelantikan untuk menyelesaikan penataan aset SKPD. Untuk mobil dinas, OPD dipersilahkan berkoordinasi dengan Asisten III Setda agar tidak terjadi salah administrasi. Kalau ada serah terima, harus dilengkapi dengan dokumen atau surat. Selain mobil dinas, setiap OPD juga dapat menyesuaikan penempatan kantor sebagaimana yang telah dikoordinasikan Asisten III.

“Semua aset di SKPD yang lama masih menjadi tanggung jawab SKPD yang lama. Dan, setelah dua minggu aset tersebut menjadi tanggung jawab SKPD yang baru. Serahterima aset harus dilengkapi dokumen. Ini supaya tidak terjadi saling lempar tanggung jawab setelah lewat sebulan. Jadi, jangan main-main dengan administrasi,” katanya.

Selain itu, Sekda dr Singgih juga meminta para kepala dinas atau kabag untuk fokus melaksanakan 16 program utama Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto, termasuk menata aset pemkab tersebut. Ini agar Pemkab Demak dapat meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP). “Untuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan dinas lainnya harus bekerja keras,” ujarnya.

Dr Singgih menambahkan, setiap OPD juga harus dapat melakukan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, OPD akan lebih maju dalam menjalankan programnya. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dijalankan supaya ada perbedaannya. “Harus ada perencanaan. Kemudian, bentuklah tim yang solid dan melibatkan semua anggota dan staf OPD. Selain itu, lakukan evaluasi rutin baik mingguan maupun bulanan,” katanya.

Untuk menunjang keberhasilan perencanaan itu, kata dr Singgih, agar OPD menggunakan IT (tekhnologi informasi) secara baik, dan memperbaiki data secara valid. “Kembangkan terus sumber daya yang ada. Jangan takut dengan staf yang lebih pinter,” katanya.

Bupati HM Natsir mengatakan, para kepala dinas maupun kabag dalam OPD yang baru segera menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk terkait program maupun penempatan perkantoran yang ada. “Segera dan bekerja keras untuk meraih WTP,”katanya. (hib/ida)

Latest news

Related news