31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Dukun Pengganda Uang Ditangkap

SEMARANG- Seorang kakek bernama Kiswanto, 59, warga Ling Glondongan RT 4 RW 3 Harjosari, Bawen, Kabupaten Semarang ditangkap aparat Polrestabes Semarang. Penangkapan itu terkait dugaan kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Pria beristri tiga ini dibekuk aparat di sebuah klinik di daerah Gunungpati saat menunggui istri keduanya dirawat, Minggu (1/1) sekitar pukul 22.30 kemarin.

Sedangkan korban aksi “Kanjeng Dimas ala Bawen” ini adalah Kasmun, 60, warga Tlogo, Desa Pundearum, Karangawen, Demak. Korban terbujuk rayu pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang mencapai miliaran rupiah.

Kejadiannya berawal saat pelaku bertemu korban pada awal Mei 2016 lalu. Sedangkan penyerahan uang dilakukan di Bank BNI Jalan Pandanaran Semarang pada 15 Mei 2016. Lantaran merasa ditipu, korban kemudian melaporkan pelaku ke Polrestabes Semarang pada pertengahan Oktober 2016.

“Modusnya penggandaan uang. Korban dijanjikan uang Rp 300 juta miliknya bisa digandakan menjadi Rp 5 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (3/1).

Modus yang dilakukan Kiswanto dengan cara melakukan ritual layaknya seorang dukun. Guna meyakinkan korbannya, pelaku menggunakan sesaji berupa kembang tujuh rupa, dupa, minyak wangi, kinang dan sebuah batu yang diakui sakti, serta bisa berkomunikasi dengan makhluk halus. Selain itu ada juga kursi untuk melakukan ritual.

“Batu itu diolesi minyak, terus digosok-gosokkan. Keterangan dari pelaku, itu untuk berkomunikasi dengan gondoruwo yang nantinya bisa menggandakan uang,” bebernya.

Setelah menerima uang, Kiswanto mengajak korban masuk ke dalam ruangan kamar dan berpura-pura melakukan ritual. Ritual dilakukan di rumah Kiswanto di Pakintelan, Gunungpati. “Korban kemudian diberi kardus bekas televisi yang katanya berisi uang Rp 5 miliar. Bukannya bertambah, namun uang menyusut menjadi Rp 59 juta dalam bentuk uang pecahan kertas Rp 2.000,” ujarnya.

Merasa ditipu, korban lantas menagih janji uang sebesar Rp 5 miliar tersebut kepada pelaku. Namun pelaku hanya menyanggupi dengan janji-janji. Selain itu, pelaku juga sudah kabur ketika dicari korban di tempat tinggalnya saat melakukan ritual.

Kiswanto berdalih aksi penipuan dengan modus penggandaan lantaran didesak oleh rekannya bernama Agus, yang kini masih buron. Menurutnya, Agus merupakan perantara dengan korban agar uangnya digandakan. “Saya sebenarnya tidak mau, karena tidak bisa menggandakan. Tapi saya dipaksa. Akhirnya saya mau dan uang Rp 300 juta saya terima,” ujarnya.
Uang hasil kejahatan tersebut telah dibagi dua antara Kiswanto dengan Agus. Kiswanto mendapat Rp 100 juta, sedangkan Agus Rp 140 juta. Sisanya, dipakai untuk membeli kendaraan dan keperluan sesaji ritual. “Uang Rp 100 juta untuk bayar utang di bank. Saya punya utang Rp 175 juta. Ini bayarnya juga masih kurang,” akunya. (mha/aro)

Latest news

Related news