31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Aniaya, 11 Warga Karanganyar Dibekuk

SEMARANG – Sebelas orang warga Karanganyar diamankan aparat Polda Jateng, terkait dugaan kasus aksi sweeping di AW Resto, Tasikmadu, Karanganyar. Saat sweeping, para tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap AW Mulyadi, anggota DPRD Karanganyar dari Partai Golkar, yang tak lain pemilik resto tersebut.

”Sebelas orang tersangka diduga melakukan tindak pidana permufakatan dan berbuat kejahatan, melakukan kekerasan secara bersama-sama,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova saat di Mapolda Jateng, Selasa (3/1) kemarin.

Djarod menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi para tersangka mendatangi resto AW sekitar pukul 20.00. Kebetulan saat itu pemilik resto berada di lokasi kejadian dan ikut dianiaya oleh para tersangka.

”Kurang lebih ada 20 sampai 30 orang yang mendatangi. Korban atas nama AW, pemilik restoran. Di mana korban mengalami luka robek di bagian mulut dan mendapat 8 jahitan,” katanya.

Nama-nama sebelas orang tersangka tersebut berinisial, B, Js, SM, P, Fa, S alias Nola, S bin A, YY, DS, AB, PB. Mereka semua berhasil diamankan tanpa perlawanan di beberapa wilayah Solo Raya pada Selasa (3/1) dini hari kemarin.

Berbagai barang bukti yang diamankan, di antaranya 1 unit mobil APV dan 2 unit kendaraan roda dua, beberapa pakaian berwarna gelap dan penutup kepala serta alat pemukul. Djarod mengakui, tidak menutup kemungkinan tersangka kasus ini akan bertambah. ”Barang bukti ini akan kita amankan dan kita akan gali motif tindak kekerasan bersama-sama tersebut. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” ujarnya.

Menanggapi terkait motif yang dilakukan para tersangka, pihaknya belum bisa menjelaskan dengan alasan masih dilakukan pemeriksaan. Sedangkan atas perbuatan tersangka, dijerat pasal 169 pasal 170 KUHP tentang permufakatan jahat dan kekerasan yang dilakukan bersama-sama. Ancaman hukuman penjara 5 sampai 9 tahun. ”Kita belum tahu (motifnya) yang jelas mereka datang secara tiba-tiba dan langsung melakukan penganiayaan. Kita fokus pada perbuatan tindak pidana kejahatan bersama-sama,” tegasnya.

Sementara, Kasubdit Jatanras AKBP Nanang Haryono menambahkan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lain yang diduga terlibat. Pihaknya meminta kepada siapa pun yang terlibat aksi sweeping itu untuk segera menyerahkan diri. ”Akan saya kejar terus siapa pun yang terlibat. Kita sudah mengantongi data-data pelaku, sudah ada di tangan,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news