31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Usulkan 5 Desa Wisata Baru

SEMARANG – Lima kelurahan di Kota Semarang diusulkan menjadi desa wisata pada 2017 ini. Di antaranya, kawasan Tapak Tugurejo, Jatirejo dan Cempoko Kecamatan Gunungpati, Kedungpane dan Jatibarang di Kecamatan Mijen.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri wilayah tersebut memiliki potensi wisata yang cukup tinggi. Pihaknya akan melakukan pendampingan dengan memberikan bantuan anggaran untuk pengembangan desa wisata tersebut. ”Masih kita ajukan ke Bappeda, kalau lolos bisa langsung jalan,” kata Masdiana.

Sebelumnya pemkot telah menetapkan tiga desa wisata yakni Kelurahan Kandri, Wonolopo dan Nongkosawit. Namun hingga kini hanya Kandri saja yang terlihat menonjol dibanding desa wisata lain.

Dijelaskan, untuk menjadi desa wisata, ada beberapa syarat yang harus dimiliki suatu wilayah, seperti memiliki destinasi wisata yang layak jual dan bisa dikembangkan dengan baik. ”Keberadaan desa wisata ini bisa mendongkrak sektor wisata di Kota Semarang, bukan hanya tugas pemerintah saja melainkan tugas semua pihak termasuk masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas Remaja Prenjak Eko Nugroho menjelaskan jika Tapak Tugurejo memiliki potensi yang cukup besar untuk sebuah desa wisata. Destinasi andalan adalah kawasan mangrove yang sebelumnya dikelola secara mandiri. ”Pengelolaan hutan mangrove sudah dilakukan beberapa tahun lalu, penyediaan sarana hingga hasil olahan dari mangrove pun sudah kami kembangkan,” ungkapnya.

Hutan mangrove yang ada di Tapak sendiri saat ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat yang peduli dengan gagasan awal mencegah terjadinya abrasi. Namun dalam satu tahun, kelompok tersebut setidaknya sudah mendatangkan 4 ribu wisatawan yang datang untuk berkunjung. ”Kami juga menyiapkan paket wisata dengan biaya  mulai dari Rp 45 ribu-Rp 150 ribu. Kelompok PKK pun digandeng untuk membuat suvenir dan olahan makanan,” tambahnya. (den/zal/ce1)

Latest news

Related news