31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Kadinas Baru Masih Adaptasi

SEMARANG – Di hari pertama kerja, Selasa (3/1), para pejabat eselon II yang menempati satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru masih melakukan konsolidasi dengan jajaran kepala bidang (kabid). Mereka mempelajari data, anggaran, target, persolan, serta permasalahan yang harus ditangani dalam waktu dekat.

Seperti yang dilakukan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Urip Sihabuddin. Di hari pertama kerja, dia mengumpulkan semua kabid untuk melakukan konsolidasi. Menyiapkan langkah konkret untuk menyelesaikan target yang telah dirancang kepala dinas sebelumnya.

Selain itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng ini juga mencermati dokumen perencanaan untuk memahami terkait arah kebijakan SKPD yang kini dipimpinnya. ”Kalau soal data, semua sudah ada di dokumen perencanaan. Termasuk target dan program kerja. Tinggal mencermati saja. Mempertajam dan disesuaikan dengan kebutuhan atau tugas yang harus segera diselesaikan,” ucapnya.

Urip juga proaktif menjalin hubungan dengan mantan Kepala SKPD sebelumnya. Yaitu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Budi Santoso dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Prasetyo Aribowo. Entah sekadar konsultasi, atau penekanan hal apa saja yang bisa dijadikan pegangan dalam menjalankan program.

Terkait keberadaan Kabid yang juga baru di bidangnya, Urip mengaku tidak menjadi kendala. Sebab, kekuatan SDM yang sudah berpengalaman di bidang tersebut sudah cukup banyak. Dari kepala-kepala seksi, misalnya. ”Jadi tidak ada yang benar-benar baru,” tegasnya.

Senada dilakukan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Capil Jateng, Sudaryanto. Dia mengaku tengah fokus melakukan penyesuaian lantaran SKPD yang dipimpinnya merupakan gabungan dari dua dinas. ”Seharian tadi (kemarin, Red), melakukan konsolidasi dengan kabid dan sekretaris,” katanya.

Terkait pergantian nomenklatur, dia mengaku sudah siap semua. ”Itu kan dulu saya yang ngurusi. Sudah clear. Tinggal neteli dan mencetak saja. Kan butuh waktu,” ucap mantan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Setda Jateng ini.

Sementara itu, Pengamat Pemerintahan dari Undip Semarang, M. Yulianto menjelaskan, idealnya, dalam satu bulan ini kepala SKPD baru fokus pada penguasaan data, persoalan, program, anggaran, serta tugas-tugas yang harus dilakukan sesuai tupoksi masing-masing. Mereka juga harus segera melakukan penyesuaian dengan lingkungan dan bawahan baru, secepat mungkin.

Menurutnya, konsolidasi merupakan hal mutlak untuk penguasaan program-program dan melakukan akselerasi. Bisa dibilang, hingga Maret mendatang, SKPD yang dipimpin kepala yang baru, mengalami vakum. Sebab, fungsi penting SKPD adalah melakukan inovasi kebijakan dan kreativitas program kerja untuk melakukan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Untuk bisa melakukan inovasi kebijakan dan kreativitas program kerja, butuh waktu. Mungkin, setelah tiga bulan, baru bisa berimprovisasi,” bebernya.

Yulianto juga meminta masing-masing Kepala SKPD melakukan komunikasi intens dengan kepala sebelumnya. Terutama terkait sinkronisasi program dan database sebagai pendukung program kerja. Membangun komunikasi eksternal juga dirasa penting untuk menguasai permasalahan dan mencari solusi.

”Saya yakin, semua eselon II sudah paham dan bisa melakukannya. Apalagi mereka sudah berpengalaman dan bisa dibilang birokrat senior. Juga pernah punya pengalaman mutasi jabatan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news