31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

BRT Pintu Terbuka Melanggar SOP

SEMARANG – Ditemukannya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang pintunya terbuka saat beroperasi,  dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Apalagi sejumlah penumpang dibiarkan bergelantungan di pintu bus. Tentu saja, aspek kenyamanan dan keamanan penumpang terabaikan.

”Sesuai SOP, pintu BRT hanya boleh dibuka-tutup saat berada di halte. Jadi, kalau dalam perjalanan pintu dalam kondisi terbuka, jelas itu tidak boleh,” tegas anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi Golkar, Anang Budi Utomo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/1).

Dikatakannya, kenapa pintu BRT didesain sama tinggi dengan halte, maka hanya di halte tersebut, pintu BRT boleh dibuka untuk akses keluar masuk penumpang. Pintu harus ditutup kembali jika BRT berjalan. ”Apalagi sampai ada penumpang bergelantungan. Itu jelas tidak boleh. Aspek keselamatan terabaikan,” katanya.

Menurut Anang, BRT Trans Semarang yang kondisinya tidak layak jalan tetapi masih dioperasikan, harus mendapatkan perhatian serius dari pihak pengelola.

”Pelaksanaan SOP untuk operasional BRT harus dibenahi dan dilakukan analisis. Jika memang kondisinya sudah overload dan kekurangan armada, harus dilakukan penambahan bus. Termasuk trayek mana saja yang overload harus dilakukan penambahan bus,” katanya.

Menurut Anang, selama masih dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT), BRT tidak akan bisa profesional. Karena itu, ke depan, Pemkot Semarang harus segera mengakuisisi BRT Trans Semarang tersebut untuk dikelola oleh holding company. ”Harapannya pemkot segera mengoperasionalkan holding company tersebut, kemudian mengakuisisi BRT agar pengelolaannya bisa maksimal,” harapnya.

Manajer Operasional BRT Trans Semarang, Mulyani, mengklaim semua bus dalam kondisi baik. ”Kalau soal kondisi armada sebenarnya tidak ada yang berusia tua. Coba nanti akan kami cek,” janjinya.

Dikatakannya, biasanya jika memang ada kerusakan apa pun di perjalanan, petugas bus akan mengoper penumpang ke bus yang lain. ”Kalau memang ada kerusakan biasanya langsung dilakukan perbaikan ke bengkel untuk dibenahi,” ujar dia sambil menegaskan sesuai SOP, BRT yang sedang mengangkut penumpang tidak diperbolehkan berjalan dengan pintu terbuka. ”Tidak boleh, karena membahayakan keselamatan,” katanya. (amu/aro/ce1)

Latest news

Related news