31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

SDN Trimulyo 1 Terendam Rob

SEMARANG – Kegiatan belajar dan mengajar di SD Negeri Trimulyo 1, Kecamatan Genuk pada hari pertama sekolah pasca libur ujian tengah semester, Selasa (3/1) kemarin, sangat menyedihkan. Pasalnya, akses jalan ke sekolah itu dikepung rob setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, rob juga menggenangi halaman depan dan belakang sekolah hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Pengamatan Jawa Pos Radar Semarang, rob juga merendam dua sekolah lainnya, yakni SDN Trimulyo 2 dan TK Pertiwi X, serta Kantor Kelurahan Trimulyo. Namun genangan air paling dalam hingga 50 sentimeter tampak di depan SDN Trimulyo 1. Praktis, siswa dan para guru setempat harus melepas sepatu saat menuju ke kompleks sekolah.

”Ada beberapa sekolah yang terendam rob. Memang tidak sampai masuk kelas, tapi ya mengganggu akses masuk. Paling parah di SDN Trimulyo 1 yang menggenangi halaman sekolah,” kata Sri Basuki, warga setempat.

Menurut Basuki, rob di wilayah Trimulyo kini bertambah parah. Selain abrasi dan gelombang air laut yang semakin tinggi, rob juga diperparah dengan peninggian Jalan Raya Kaligawe.

”Daerah sini memang sering rob, namun sejak satu tahun ini semakin parah. Hampir setiap hari akses jalan terendam rob yang cukup tinggi dan menyulitkan warga untuk beraktivitas,” keluhnya.

Guru SDN Trimulyo 1, Yuliana, mengakui sekolahnya memang langganan rob. Bahkan, sebelum mendapatkan bantuan peninggian bangunan sekolah, rob sampai masuk kelas.

”Datangnya rob tidak bisa diprediksi. Tidak hujan saja sudah rob, halaman belakang dan depan kena rob, padahal ada kegiatan siswa yang harus dilakukan di lapangan,” katanya.

Tak hanya itu, halaman sekolah yang tergenang rob setinggi 15 sentimeter bertahan hingga seminggu terakhir. Akibatnya, banyak siswa yang mulai terserang penyakit kulit ataupun terpeleset karena licinnya jalan dan halaman.

”Ini sudah seminggu tidak surut, karena sering terendam, otomatis ada lumutnya, banyak siswa ataupun orang tua siswa yang jatuh terpleset,” ujarnya.

Saat ini, jumlah siswa SDN Trimulyo 1 sebanyak 200 siswa dengan tenaga pengajar berjumlah 13 orang. Peninggian bangunan sekolah pun seakan sisa-sia lantaran akses jalan masih tertutup rob. Ia mengkhawatirkan jika tidak cepat diatasi, SD tersebut akan mengalami penurunan jumlah siswa.

”Orang tua siswa kan juga nggak mau anaknya basah-basahan terus setiap hari, takutnya saat tahun ajaran baru nanti tidak diminati siswa karena setiap hari rob,” keluhnya.

Septian Elang Presetya, siswa kelas 2 SDN Trimulyo 1, mengaku, jika ia tidak bisa berkonsentrasi belajar lantaran rob mengepung sekolahnya. Ia terpaksa melepas alas kaki saat belajar lantaran halaman sekolah tergenang air.

”Pelajaran olahraga terpaksa hanya dilakukan di dalam kelas, soalnya halamannya tergenang rob. Kalau istirahat tidak bisa main, jajan atau lari-lari, hanya diam di dalam kelas agar tidak basah,” ucapnya polos.

Suharsono, warga lainnya mengaku, rob sudah melanda kawasan tersebut sejak seminggu lebih dan tidak kunjung surut. Akses warga pun menjadi terganggu, bahkan motor milik warga sering mogok karena kemasukan air.

Ia berharap agar pemerintah bisa mencarikan jalan keluar agar warga terbebas dari rob. ”Jalanan juga rusak, banyak warga yang jatuh karena jalan berlubang, pemerintah harus mencari solusi, misalnya menambah mesin pompa. Kalau jalan ditinggikan, justru warga yang kena dampaknya,” katanya. (den/aro/ce1)

Latest news

Related news