33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Pintu BRT Dibiarkan Terbuka saat Berjalan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG — Selain kerap mengalami kecelakaan, armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang ternyata banyak yang kondisinya bobrok. Ini seperti yang tampak di BRT koridor II, Terboyo-Sisemut Ungaran saat melintas di Jalan Pemuda, kemarin (2/1). Bus warna biru itu sudah keropos di bagian bodi dan atapnya.

Ironisnya, saat bus berjalan, pintu tidak tertutup, hingga tampak sejumlah penumpang berdiri bergelantungan di dekat pintu layaknya bus kota pada umumnya. Tentu saja, ini mengurangi kenyamanan dan keamanan penumpangnya. Apalagi armada BRT Trans Semarang dilengkapi mesin pendingin atau AC.

”Kalau pintunya dibuka seperti itu, percuma dipasang AC,” kata Raditya, warga yang melihat bus BRT dengan pintu terbuka saat melintas di Jalan Pemuda, depan Mal Paragon.

Belum diketahui kenapa pintu BRT dibiarkan terbuka meski dalam keadaan berjalan. Ada dugaan, pintu BRT rusak, atau mesin pendinginnya (AC) trobel. Sehingga pintu dibiarkan terbuka agar para penumpangnya tidak kepanasan.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, jika kondisi BRT seperti itu, maka telah melanggar Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sebab, dalam kondisi pintu terbuka, seharusnya bus tidak boleh dijalankan. ”Sebab, ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan penumpang. Berarti kalau ada kejadian seperti ini harus diambil tindakan. Harus diberi sanksi,” tegasnya. ”Sekarang bus pakai AC, masak pintu dibuka?” sambungnya.

Ia menambahkan, baik regulator maupun operator BRT Trans Semarang harus ditegur agar menaati aturan yang ada. Ia menduga, Dishubkominfo Kota Semarang tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) jika memang bus dalam keadaan pintu terbuka tetap dijalankan.

”Karena SPM itu kan nasional. Kalau ada kejadian bus nggak ada pintunya, berarti tidak ada SOP-nya kan? Lagi pula, di setiap shelter kan ada operatornya. Harusnya bisa melaporkan kalau terjadi kerusakan. Kalau seperti ini, apa bedanya sama angkot?” sindirnya.

Menurut Djoko, kondisi tersebut akan memperburuk citra angkutan umum di Kota Semarang. Sebab, BRT Trans Semarang kehadirannya untuk memperbaiki image transportasi umum di Kota Lunpia. Tapi yang ada, justru terkesan dijalankan dengan asal-asalan. ”Adanya BRT kan salah satu upaya untuk mengubah image bahwa transportasi Kota Semarang itu baik, nyaman, dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Terkait pintu BRT Trans Semarang yang dibiarkan terbuka ini, pernah dialami Rena, warga Semarang. Ketika naik BRT, kata Rena, tiba-tiba AC bus rusak. Sehingga penumpang merasa kepanasan. Kondisi ini membuat petugas memutuskan untuk membuka pintu BRT meskipun bus dalam keadaan berjalan. Bahkan, BRT itu akhirnya tidak menerima penumpang lagi dalam perjalanan selanjutnya hingga ke titik pemberhentian akhir.

”Setiap ada penumpang di shelter yang dilewati disuruh naik bus berikutnya. Mungkin bus yang saya naiki itu mau langsung ngandang, sehingga menghabiskan penumpang yang ada dulu,” ujar Rena.

Selain AC bus BRT mati, Rena juga pernah mengalami BRT yang mesin AC-nya bocor. Sehingga air dari mesin AC menetes membasahi kursi penumpang. ”Akhirnya mesin AC dimatikan, dan pintu dibuka selama bus berjalan. Sebab, kalau nggak dibuka, penumpang akan kepanasan,” katanya.

Manajer Operasional BRT Trans Semarang, Mulyadi, saat dikonfirmasi soal pintu terbuka ini, belum mengetahui terkait permasalahan tersebut. ”Belum ada laporan masuk tentang hal tersebut, Mas. Besok coba saya cari info dulu njih,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/1) malam.

Ia juga enggan memberikan keterangan terkait terbukanya pintu BRT meski dalam keadaan berjalan. ”Belum tahu kalau masalah itu, saya juga tidak bisa mengira-ngira, soalnya belum ada laporan. Besok akan diselidiki dan cari info dulu,” kilahnya. (sga/den/aro/ce1)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Agar Tak Lagi BAB di Kebun

MUNGKID—Pemkab Magelang terus melakukan langkah perbaikan kualitas hidup masyarkatnya. Salah satunya, program stop BAB (Buang Air Besar) Sembarangan. Kemarin, peluncuran desa sehat dengan program...

PKL Tujuh Kelurahan Rata Tanah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Terkait percepatan pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Dinas Perdagangan Kota Semarang telah melakukan pembongkaran bangunan di tujuh kelurahan. Dari 12 kelurahan...

Impian Warga Terealisasi Berkat TMMD

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Kebahagiaan tampak diraut wajah Ahmad, 40, warga desa Bonomerto Kecamatan Suruh  Kabupaten Semarang. Hal itu seiring dengan program TMMD yang berjalan...

Hibahkan Tanah untuk Jalan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Tak kurang dari 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung yang terkena imbas pembangunan Jalan Rakai Panangkaran dari Desa Mlandi menuju kawasan...

Pelajaran Berharga dari Persibat

BATANG - Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Persibat Batang 1-0 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Moh Sarengat Batang, sore...

Postur Jadi Fokus Utama

SEMARANG - Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jateng bergerak cepat mempersiapkan tim basket putra untuk bertarung pada babak kualifikasi PON XX Papua...