33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Dua Proyek BPBD Mangkrak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KAJEN –  Dua proyek rehabilitas dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob senilai Rp 11,7 miliar di Desa Wonokerto Wetan dan Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan mangkrak. Proyek milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan itu tidak bisa digunakan secara maksimal. Pihak rekanan tidak mampu mengerjakan proyek tersebut sampai selesai.

Seperti proyek rehabilitas dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob di Desa Pecakaran senilai Rp 2,1 miliar yang dikerjakan oleh CV Temu Redjeh, hanya mampu dikerjakan 56 persen. Sehingga proyek pembuatan jalan tembus berupa pavingisasi dan pelebaran jalan, nyaris tidak bisa digunakan. Karena jalan terputus dan tergenang oleh banjir rob.

Padahal BPBD Kabupaten Pekalongan telah memberikan perpanjangan waktu pengerjaan hingga satu bulan, sesuai dengan keinginan dari pihak rekanan CV Temu Redjeh. Namun rekanan tetap tidak mampu menyelesaikan proyek tersebut.

Direktur CV Temu Redjeh, Ahmad Yudhi, mengungkapkan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob, berupa pekerjaan pavingisasi di Desa Pecakaran, sulit dikerjakan. Karena BPBD Kabupaten Pekalongan salah dalam pembuatan perencanaan.

Menurutnya pada perencanaan dari BPBD untuk pengurukan lahan banjir rob, hanya membutuhkan tanah urukan sedalam 0,5 meter. Namun pada kenyataannya lebih dari 1 hingga 2 meter. Sehingga banyak pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih lama, dan biaya lebih mahal.

“Dari BPBD nya sudah salah perencanaan dulu, sehingga proyek rehabilitasi dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob di Desa Pecakaran, tidak mampu kami kerjakan hingga tuntas,” ungkap Yudi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur CV Maeka Mandiri, Noval Maeka, pelaksana proyek rehabilitasi dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob, berupa ridgid atau betonisasi sepanjang 3 kilometer, di Desa Wonokerto Wetan. Dia mengeluhkan sulitnya lokasi betonisasi, mengakibatkan pengerjaan beton sulit dilakukan.

Menurutnya kondisi banjir rob yang sering terjadi, membuat pekerjaan pengecoran sering gagal dilakukan, meski sepanjang lokasi tepi sungai telah dilakukan pembuatan tanggul, dan penyedotan air.

“Kami hanya mampu menyelesaikan 85 persen pekerjaan, karena sulitnya medan di lokasi. Karena tenaga kerja dan peralatan telah kami kerahkan secara maksimal, faktor alam yang tidak bisa kami tanggulangi, yakni banjir rob yang sering datang secara tiba-tiba,” kata Noval.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko menegaskan dari 5 proyek rehabilitasi dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob, di Kecamatan Wonokerto, hanya dua proyek yang akhirya harus diputus kontrak karena tidak selesai dalam pengerjaannya, yakni di Desa Wonokerto Wetan berupa betonisasi senilai Rp 8,9 miliar, dan pavingisasi senilai Rp 2,1 miliar di Desa Pecakaran.

Menurutnya agar kedua proyek rehabilitas dan rekonstruksi penanggulangan bencana rob, di Kecamatan Wonokerto, dapat digunakan dan tidak mangkrak. Maka BPBD Kabupaten Pekalongan, akan mengajukan anggaran kembali ke Bupati untuk menyelesaikan proyek tersebut. (thd/ric)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...