31 C
Semarang
Selasa, 4 Mei 2021

Nelayan Mengeluh, Harga Ikan Teri Anjlok

KENDAL—Para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan, Kendal, mengeluhkan turunnya harga ikan teri.

Ahmad Sofa, 35, salah seorang nelayan Bandengan mengatakan hampir  satu bulan lalu, cuaca di laut  Jawa  memburuk. Akibatnya para nelayan  tidak berani melaut karena  ombak tinggi dan angin besar.  Tahun baru ini, cuaca buruk berakhir dan ombak  mulai kecil lagi. Para nelayan diakuinya merasa senang, lantaran selain cuaca bagus tangkapan ikan khususnya jenis teri juga melimpah.  “Teri broco paling banyak didapat, sekarang ini,” katanya, Senin (2/1).

Ia juga mengakui sepekan ini, para  nelayan melaut dengan hasil tangkapan  ikan teri melimpah. Bahkan dalam sepekan ini, ia dan rekannya nelayan  bisa  mendapat tangkapan ikan teri hingga dua ton.

Tapi sayangnya musim ikan teri kali ini tidak diikuti dengan dukungan harga yang pantas dari para tengkulak atau pengepul. “Dari harga Rp 12 ribu  per kilogram, kini turun menjadi turun jadi Rp 8 ribu per kilogramnya” akunya.

Hal senada juga di katakana  Sumarni, 42, penjual ikan teri di TPI Bandengan. Ia mengakui, karena saat ini baru musim, harga menurun. “Karena  hasil melimpah harga  turun Rp 4 ribu per kilogram” kata Sumarni.

Sementara untuk  jenis ikan seperti tongkol, ikan pari saat ini langka di laut pantura. Ikan-ikan jenis tersebut menurutnya muncul setelah ikan teri mulai habis atau berpindah tempat.

Nur Huda, 39, nelayan lainnya berharap ada pengaturan harga ikan dari pemerintah. Sehingga nelayan tradisional yang hanya bisa bergantung pada cuaca  baik, tidak dirugikan. “Jangan pas lagi musimnya gini, tiba-tiba harga ikan anjlok. Kaya gini kan sangat merugikan nelayan,” keluhnya. (bud/zal)

Latest news

Related news