31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Dana Desa untuk Renovasi RLTH

UNGARAN – Pemerintah desa dapat mendukung jalannya program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RLTH). Hal tersebut dapat diwujudkan menggunakan anggaran Dana Desa (DD).

“Berdasarkan regulasi yang ada, anggaran itu dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni milik warga,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Semarang, Yosep Bambang Trihardjono, Senin (2/1).

Kepala desa dapat membentuk tim penanggulangan kemiskinan daerah untuk mendata rumah warga yang perlu diperbaiki. Dikatakan Yosep yang juga penanggung jawab program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Semarang dalam hal ini pemerintah daerah memberikan dukungan penuh. “Selain dukungan dari pimpinan daerah, penyelesaian administrasi serta fisik bangunan rumah penerima bantuan juga mempengaruhi pelaksanaan,” katanya.

Hal tersebut merupakan salah satu syarat dalam pengajuan program BSPS. Dijelaskan Yosep, BSPS merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini di Kabupaten Semarang sebanyak 300 rumah sudah dilakukan perbaikan. Pencapaian itu, dapat menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan jumlah kuota bantuan serupa pada 2017.

Pelaksana teknis program BSPS Kabupaten Semarang Kristiana Widyawati menjelaskan pada tahun 2017 telah diusulkan 499 unit RTLH yang tersebar di enam desa di Kecamatan Bringin. “Usulan unit rumah tidak layak huni di Kecamatan Bringin sebagai bagian dari target tuntas RTLH pada tahun 2017,” ujarnya. Sementara itu, unit RLTH di kecamatan lain baru dapat diusulkan 2018.

Pada program BSPS tahap kedua tahun 2016 sebanyak 251 unit RTLH di tiga desa di Kecamatan Bringin mendapat bantuan perbaikan. Terdiri dari 75 unit RTLH di Desa Banding, 84 unit di Desa Tempuran dan 92 unit di Desa Kalijambe. (ewb/zal)

Latest news

Related news