31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Lindungi Perempuan dan Anak Kita

SALATIGA – Hujan tak menyurutkan niat ratusan warga untuk mengikuti kemeriahan Festival Bulan Tanpa Kekerasan yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Kelurahan Kumpulrejo, Jumat (30/12) lalu. Kegiatan ini merupakan puncak acara dari Bulan Tanpa Kekerasan di Kumpulrejo.

Ketua Panitia Kegiatan Arianti Ina Hunga yang juga merupakan dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga mengatakan, program yang diberi nama ‘Pitutur Srikandi’ tersebut bermakna perempuan berinisiatif, saling membagi pengetahuan dan bekerjasama dengan laki-laki. “Target utama dari kegiatan ini disebut Three Ends yang bermakna yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi,” ungkap Ina.

Kegiatan Pitutur Srikandi meliputi pendampingan pengembangan ekonomi produktif perempuan dan keluarga melalui kreativitas pengolahan limbah yang berorientasi pada pasar; pendampingan dan pengembangan keterampilan anak melalui permainan tradisional. Pendampingan orangtua untuk memenuhi hak anak dan perempuan serta membentuk paguyuban perlindungan anak berbasis keluarga dan masyarakat.

Ina juga menjelaskan, program tersebut tidak hanya berhenti pada akhir tahun, tapi akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. “Progam ini merupakan program yang berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan seperti pendampingan akan terus dilaksanakan,” jelas Ina.

Asisten Deputi Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak Muh Iksan memberikan apresiasi kepada semua pihak sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Isu penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan lintas sektoral. “Dibutuhkan dukungan dari semua pihak dan yang paling utama adalah peran serta masyarakat,” jelas Iksan.

Dalam kegiatan tersebut diluncurkan pula Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Salatiga yang ditandatangani oleh perwakilan berbagai elemen masyarakat yang hadir. Mulai dari Kementerian PPA, Pemprov Jateng sampai dengan masyarakat umum. Dalam acara tersebut ditampilkan pula potensi-potensi yang dimiliki oleh kelurahan Kumpulrejo antara lain kopi bintang, sayuran hidroponik, hasil olahan jamur, telor asin, minuman tradisional, produk batik serta produk pengolahan limbah kertas dan pelepah pisang. (sas/ton)

Latest news

Related news