31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Semarang Kekurangan Pialang Saham

SEMARANG – Industri pasar modal diyakini akan terus berkembang di tahun 2017 ini. Sayangnya, sumber daya manusia pada sektor tersebut belum cukup memadai. Di antaranya jumlah pialang saham yang masih minim, termasuk di Semarang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, beberapa aturan dan kebijakan yang diambil pada tahun 2016 diyakini akan membuahkan hasil yang cukup baik di sektor pasar modal pada tahun 2017 ini.  Dana Repatriasi dari Wajib Pajak Tax Amnesty akan mulai mengalir deras ke pasar modal.

“Relaksasi aturan reksadana penyertaan terbatas (RDPT), kontrak pengelolaan dana (KPD), dan produk investasi lainnya dalam rangka mendukung kebijakan Tax Amnesty akan mulai bermuara pada penambahan produk-produk investasi di pasar modal yang lebih beragam dan menarik di tahun 2017 ini,” ujarnya, kemarin.

Namun begitu, menurut Muliaman, perkembangan industri ini juga perlu didukung oleh berbagai infrastruktur lain. Salah satunya adalah SDM atau yang sering dikenal dengan sebutan pialang saham.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, saat ini jumlah pialang saham di Semarang baru 70 orang. Jumlah tersebut harus melayani sebanyak 10 ribu nasabah.  “Perbandingannya 1 pialang 700 nasabah. Perbandingan tersebut tidak sehat, dampaknya juga dapat memberikan pelayanan yang kurang baik bagi nasabah,” ujarnya.

BEI berharap pialang di Semarang dapat meningkat. Salah satu upayanya dengan giat memberikan pelatihan pada para calon pialang.  “Sampai akhir tahun lalu kami telah berikan pelatihan kepada calon pialang. Sehingga saat nanti mereka menempuh ujian pialang bisa lulus. Kalau lulus bisa dapat ijin dari OJK. Dengan begitu jumlah pialang meningkat dan rasio pelayanan kepada nasabah juga terus membaik,” ungkapnya. (dna/smu)

Latest news

Related news