33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Usulkan Tenaga Honorer Jadi P3K

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sekda Jateng Sri Puryono mengusulkan agar guru honorer dan tenaga pendidikan honorer diseleksi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Nantinya, jumlah P3K disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan begitu, beban Pemprov Jateng dalam pengelolaan SMA/SMK bisa lebih ringan.

Mulai tahun ini, pemprov masih membiayai belasan ribu tenaga honorer baik guru maupun tenaga kependidikan, termasuk honorariumnya. Jumlah tenaga honorer di SMA dan SMK se-Jateng mencapai 16.000 orang. ”Tahun ini masih masa transisi. 2018 besok baru akan pakai pola seleksi,” katanya, Minggu (1/1).

Seleksi tersebut lanjutnya, bisa lewat analisis jabatan dan kebutuhan sekolah. ”Misalnya di sekolah itu dibutuhkan berapa guru? Tentu yang sesuai dengan bidangnya, jangan sampai ada yang menumpuk di situ,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya meminta pemerintah pusat meninjau ulang jumlah dana alokasi umum (DAU). Sebab, DAU yang diberikan, dinilai jauh dari kebutuhan untuk pengelolaan seluruh SMA/SMK.

Dijelaskan, awalnya. DAU diberikan pemerintah pusat, langsung ke kabupaten/kota. Tapi seiring peralihan kewenangan, ternyata DAU tidak serta-merta dipasrahkan pemprov sepenuhnya. ”Seharusnya DAU Pemprov Jateng Rp 3,6 triliun, sekarang baru Rp 1,9 triliun, masih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv menilai, pemerintah masih melakukan dikotomi pada kebijakan bidang pendidikan. Masih terjadi dikotomi antara negeri dengan swasta. UU 23 tahun 2014 terkait alih kewenangan pengelolaan SMA dan SMK juga fokus pada sekolah negeri. ”Mestinya semua kebijakan berlaku adil pada sekolah negeri dan swasta,” katanya.

Dia berharap, pemprov memiliki komitmen pada pendidikan dengan meningkatkan anggarannya secara proporsional. Begitu pula peningkatan tersebut jangan hanya fokus ke sekolah negeri, tetapi juga ke sekolah swasta.

Zen menegaskan, lembaga pendidikan swasta dituntut mampu menghasilkan output yang berkualitas dan seimbang dengan sekolah negeri. Tapi tidak diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang berimbang pula. Masih banyak kesejahteraan guru sekolah swasta di bawah UMK. ”Konsepnya dulu akan mendapatkan perhatian anggaran baik terhadap guru non PNS sekolah swastanya, sarana dan prasarananya maupun siswanya,” tegas politikus PKB ini. (amh/ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Prasasti Rukam, Misteri Desa yang Terkubur

TEMANGGUNG—Ratusan foto yang memotret benda dan situs bersejarah di berbagai kecamatan di Kabupaten Temanggung dipamerkan selama enam hari. Tepatnya, mulai 2-7 Oktober 2017 di...

Bintang Pramudya Tewas Setelah Lompatan Ketiga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang pelajar SMA di Kota Semarang bernama Bintang Pramudya, 16, ini meninggal secara tragis. Warga Jalan Banjarsari nomor 55 RT 3 RW 1,...

Jangan Jadi Kota Ampiran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) terus menyiapkan destinasi, atraksi dan aksesbilitas untuk menjadikan Semarang sebagai kota wisata. Termasuk perbaikan bandara yang ada di...

Beri Pelatihan Wirausaha Kaum Difabel

SEMARANG - Sebanyak 120 kaum difabel diberi pelatihan keterampilan agar mereka bisa menjadi wirausaha. Dengan begitu, mereka yang tidak ditampung di dunia industri, tetap...

Dada Korban Dipukul dan Ditendang

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Petugas Satreskrim Polres Wonosobo menggelar rekonstruksi pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pelajar MTs Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo. Rekonstruksi yang berlangsung Gedung...

Agung Merapat ke Bali United

SEMARANG – Sukses membawa tim PSIS Semarang finish di tempat ketiga yang sekaligus mengantarkan tim Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 musim depan membuat...