33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Parkir Bonbin Meluap, Jalan Macet Parah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Meski liburan akhir tahun hampir berakhir, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan yang cukup panjang. Terutama di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, dan Jalan Pantura – Kendal, tepatnya di depan Taman Margasatwa Semarang atau Bonbin Mangkang. Kemacetan ini terjadi lantaran banyaknya mobil wisatawan yang diparkir di pinggir jalan. Sebab tempat parkir yang disediakan tidak bisa menampung banyaknya kendaraan pengunjung.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kemacetan parah terjadi di Jalan Pantura – Kendal. Titik macet kendaraan dari arah timur ke barat, terjadi lantaran banyaknya wisatawan yang memarkir mobilnya di pinggir jalan. Bahkan ekor kemacetan sampai ke pertigaan Pasar Jrakah yang membuat perjalanan dari keluar exit tol Krapyak ke Kendal memakan waktu hingga 2 jam lebih.

Kepala UPTD, Bonbin Mangkang, Kusyanto membeberkan pada libur tahun baru Minggu (1/1), tercatat ada sekitar 25 ribu pengunjung yang datang. Jumlah pengunjung tahun ini paling besar dibandingkan libur tahun baru, dua tahun lalu yang mencapai angka 21 ribu pengunjung.

Dengan besaran angka pengunjung di Bonbin Mangkang, lanjut Kusyanto, luasan tempat parkir memang tidak bisa menampung semua kendaraan wisatawan yang biasanya berasal dari luar kota. Ditambah lagi, para wisawatan ini mayoritas menggunakan kendaraan pribadi sehingga membuat lahan parkir menjadi overload. ”Lahan parkir memang tidak akan bisa menampung. Bahkan ketika pengunjung mencapai angka 15 ribu pun parkiran yang ada sudah meluap sampai ke pinggir jalan hingga menyebabkan kemacetan,” tuturnya.

Kusyanto mengaku, saat ini pihak UPTD terus melakukan evaluasi, terutama dari sisi lahan parkir. Terlebih lagi, letak Bonbin Mangkang memang berada di jalur utama Pantura Semarang – Kendal yang merupakan jalur vital antar kota antar provinsi.

Waluyo, salah satu pengunjung mengaku terpaksa memarkir mobilnya di bahu jalan lantaran tidak mendapatkan lahan parkir di sekitar area bonbin. ”Katanya tadi parkirannya penuh, terus diarahkan parkir di luar area kebun binatang yang letaknya di pinggir jalan,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto menjelaskan jika pihaknya sudah menyiapkan berbagai cara untuk mengantisipasi kemacaten di Semarang. Salah satunya dengan membuat kantong parkir di sekitar Jalan Pandanaran, ataupun Bonbin Mangkang. Namun karena animo masyarakat atau pengunjung sangat besar, membuat kantong-kantong parkir yang disediakan tidak mencukupi. (den/ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengurus Departemen Wanita PDIP Dikukuhkan

SEMARANG – Masih dalam kaitan Apel Siaga ”Setia Megawati, Setia NKRI, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang juga menggelar Pelantikan Pengurus Departemen...

Investor Saham Tumbuh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri pasar modal di Semarang sepanjang tahun lalu menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut terlihat dari tumbuhnya dua indikator, yaitu...

Disdikbud Tak Akan Intervensi Putusan Kepsek

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kasus dua siswa SMA Negeri 1 Semarang, Anindya Puspita Helga Nur Fadhila (AN) dan Muhammad Afif Ashor (AF) yang dikeluarkan dari...

Selama 2017, Terjadi 359 Kasus Curanmor

SEMARANG- Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih menduduki peringkat tertinggi di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Tercatat, sepanjang 2017 mulai Januari hingga saat ini telah...

Pendangkalan Muara Butuh Penanganan Serius

DEMAK- Kondisi alur muara pantai Morodemak memprihatinkan. Butuh penanganan serius untuk mengatasi pendangkalan di alur muara tersebut. Untuk mendukung suksesnya kegiatan dan program selama...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...