33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Minimalisir Polusi, Tanam Glodogan Pecut

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Warga di wilayah RT 7 RW II Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu resah dengan adanya polusi udara yang mencemari lingkungan dari pabrik besi baja PT Ria Sarana Putra Jaya. Akibat pencemaran tersebut, warga banyak yang mengalami sakit seperti batuk-batuk dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

”Banyak warga terutama anak-anak yang sakit batuk bahkan kalau dibiarkan bisa membahayakan dan warga bisa terkena ISPA. Selain itu, banyak rumah milik warga yang kotor,” ungkap Ketua RT 7 RW II, Haryono.

Lebih lanjut Haryono mengatakan, warga bersama dengan Muspika kecamatan menanam pohon Glodogan Tiang Pecut yang berjumlah 100 dengan pupuk 50 karung. Hal itu dilakukan untuk mengurangi polusi udara.

”Dengan adanya pohon itu maka dapat mengurangi polusi udara dan sampai saat ini masih ada polusi yakni asap yang pekat dan kejadian ini sudah berlangsung selama 10 tahun,” katanya.

Selain dilakukan penghijauan, warga juga ingin bertemu dengan pihak manajemen pabrik agar polusi diminimalisir. ”Sehingga kalau itu dijalankan maka warga tidak akan melakukan demo dan mengerahkan massa,” imbuhnya.

Untuk polusi yang dihasilkan oleh pabrik, katanya tidak mesti dalam kondisi tertentu bisa mengeluarkan asap pekat tetapi kadang tidak ada. Bahkan dari BLH Kota Semarang sendiri selama ini belum melakukan koordinasi dengan warga. ”Tetapi kalau kunjungan ke pabrik saya tidak tahu tetapi kalau mendatangi warga untuk mengetes polusi itu belum pernah dilakukan,” paparnya.

Camat Tugu Yenuarso mengatakan sebelumnya karena polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik maka pihaknya melakukan mediasi antara warga dengan pabrik. Hasilnya warga meminta dibuatkan sabuk hijau.

”Sehingga hari ini warga besama dengan dibantu oleh petugas Koramil Tugu serta Polsek Tugu dan kecamatan menanam tanaman Glodogan Tiang Pecut yang merupakan tanaman pelindung yang kuat,” katanya.

Sementara itu Kepala Bagian Personalia PT Ria Sarana Putra Jaya, Priyono mengatakan bahwa itu bukan kompensasi untuk menangani asap. Tetapi akar permasalahannya di perusahaan ini adalah masalah asap yang harus diatasi. (hid/ric/ce1)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

RSUD Kajen Tambah Fasilitas dan Tingkatkan Mutu Pelayanan

KAJEN – RSUD Kajen terus meningkatkan mutu serta pelayanannya. Penambahan sejumlah fasilitas rumah sakit milik Pemkab Pekalongan ini membuat masyarakat setempat semakin nyaman untuk...

Stok Kepokmas Aman Hingga Lebaran

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Salatiga relatif stabil. Meski dilapangan ada kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar....

Layanan Darurat, Hubungi 112

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan layanan panggilan darurat dengan nomor 112, Rabu (2/5) kemarin. Layanan ini terintegrasi dengan semua layanan darurat...

Ancam Jemput Paksa Pengusaha Zeus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penyidik Polrestabes Semarang akan melakukan penjemputan paksa terhadap pengusaha Zeus Executive Karaoke, Thomas. Pasalnya, warga Korea ini telah dua kali mangkir...

Jumlah Pemohon Legalisir KK Membeludak

UNGARAN–Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcail) Kabupaten Semarang menambah jumlah loket legalisir akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). Menyusul tingginya kebutuhan siswa untuk mengikuti...

Hoax Sapi Jumbo Milik Presiden Jokowi Batal Dikurbankan

JawaPos.com – Proses penyembelihan sapi milik Presiden Jokowi di Solo menjadi perbincangan. Butuh usaha ekstra lantaran sapinya sangat besar dan tingkahnya agresif. Kondisi itu...