DEMAK-Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan raya di wilayah Demak selama 2016 mencapai 735 kejadian. Korban tewas sebanyak 180 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 840 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding 2015 yang mencapai 801 kejadian dengan korban meninggal sebanyak 143 orang, luka berat 19 orang dan luka ringan 979 orang. Sedangkan, untuk jumlah tindak kriminalitas, pada 2016 mencapai 1.075 kejadian. Jumlah ini juga menurun dibandingkan 2015 yang mencapai 1.391 kejadian. Artinya, kejadian turun sebanyak 316 atau 23 persen. Paling banyak pencurian dengan pemberatan sebanyak 310 kejadian.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengungkapkan, meski secara kuantitas jumlah lakalantas menurun, namun dari sisi korban tewas justru meningkat tajam. Menurutnya, untuk mengantisipasi kejadian serupa pada 2017 ini, ada beberapa langkah yang akan diambil. Di antaranya, meningkatkan patrol di jam-jam rawan laka serta meningkatkan pendidikan kepada masyarakat terkait lalulintas di jalan raya.

“Patroli kita tingkatkan terus,”katanya.

Dia menambahkan, dilihat dari jumlah laka yang terjadi, kebanyakan karena faktor manusia (human error). “Lantaran Jalan Pantura Demak ini lurus dan mulus, maka para pengendara bermotor cenderung memacu kendaraannya melebihi yang seharusnya atau kencang sekali. Giliran ada orang yang menyeberang jalan direm secara mendadak, sehingga laka tetap terjadi,”ujarnya.

Kompol Sutomo mengatakan, jika pengendara sudah mengantuk lalu dipaksakan, maka sangat berbahaya untuk keselamatannya. “Untuk mengatasi tindak kriminalitas, patroli keamanan juga ditingkatkan. Selain itu, hindari tempat yang sepi dan gelap, serta kalau bepergian jangan sendirian,”pesannya. (hib/aro)