33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Jangan Lama-Lama Terlelap

Sepak Bola Wanita Indonesia Jauh Tertinggal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SOLO – Sudah dua edisi Bengawan Cup sukses digeber di Solo dalam kurun dua tahun terakhir. Setidaknya, sukses Bengawan Cup bisa memacu pemerhati sepak bola nasional pada umumnya dan Jawa Tengah khususnya untuk mempertahankan konsistensi kejuaraan tersebut. Bahkan kalau bisa menggugah PSSI sebagai otoritas sepak bola tertinggi di Tanah Air untuk mewadahi sepak bola wanita dalam sebuah kompetisi resmi.

Sebagai catatan, prestasi sepak bola wanita Indonesia di kancah internasional belum terlalu mengkilat. Pertama kali dibentuk pada 1977 silam, timnas wanita Indonesia belum pernah sekali pun tampil di ajang Piala Dunia. Prestasi tertinggi hanya runner-up Piala AFF pada 1982 dan 1985.

Di pentas SEA Games, prestasi tertinggi timnas putri hanya sampai semifinal pada 1997 dan 2001. Belakangan, kondisi sepak bola wanita sangat memprihatinkan. Ini disebabkan kurangnya perhatian dalam hal pembinaan dan pembibitan pemain. Plus tidak adanya kompetisi regular yang berjalan. Semisal ada, hanya turnamen singkat tanpa adanya jenjang promosi-degradasi.

”Harusnya ada kompetisi rutin tiap tahun untuk pemain-pemain wanita. Di hampir seluruh kota, sejatinya sudah punya klub dan pemainnya. Kenapa tidak dibuat liga seperti kompetisi kaum pria saja. Ini jadi pandangan besar yang perlu segera dibenahi,” terang Papat Yunisal, satu-satu wanita dalamn keanggotaan Komite Eksekutif (Exco) PSSI kepada Radar Solo.

Papat mencontohkan, Liga Wanita (Galanita) cukup jarang digelar. Tak heran, dia memberi apresiasi terhadap gelaran Bengawan Cup di Solo dan Bude Karwo di Kediri. Ini sebagai bukti bahwa sepak bola wanita banyak peminatny, serta punya potensi untuk berkembang di tiap-tiap kota.

”Jangan sampai kita tertinggal dari negara-negara lainnya. Terutama dalam sisi pengembangan sepak bola wanita,” tutur mantan pemain timnas era 80-an tersebut.

Dia mencontohkan lagi, Thailand sudah mencicipi panggung Piala Dunia wanita 2015 di Kanada. Negeri Gajah Putih ini sukses mengikuti jejak wakil Asia lainnya, seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Terpisah, Indonesia memastikan berpartisipasi pada kejuaraan sepak bola wanita Asia Tenggara atau AFF Women Championship 2017 di Myanmar, Juli 2017. ”Ini jadi tugas bersama untuk mengembangkan wanita-wanita Indonesia agar bisa sukses membawa Indonesia berprestasi. Perlu ada regulasi kompetisi agar regenerasi juga berjalan baik dan pemain potensial muncul,” bebernya. (nik/fer)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tim Unggulan Duduki Empat Besar

MAGELANG-Tim – tim bulutangkis sekolah yang diunggulan akhirnya membuktikan diri menembus semi final putra dan putri Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD /...

Motot Antik Kota Lama

Sejumlah pengendara motor antik dan skuter dari seluruh Indonesia berkeliling kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (17/9). Mereka berkumpul dalam acara MOD VS Rockers Semarang,...

Wihaji-Suyono Raih 245.181 Suara

BATANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang, Wihaji-Suyono resmi memperoleh suara 245.181 atau unggul 56.6 persen dari seluruh suara sah dakan pemungutan suara...

Selama 2016, Ungkap 16 Kasus Narkoba

KENDAL- Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kendal masih relatif tinggi. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal sepanjang 2016 mengungkap 16 kasus...

HPP Rendah, Petani Tolak Diserap Bulog

BATANG - Rendahnya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dibanding harga pasar membuat petani di Kabupaten Batang menolak beras hasil panennya diserap Badan Urusan Logistik (Bulog)....

Bangun Embung Baru

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batang berencana membuat embung air baru. Pembangunan ini untuk memastikan ketersediaan air bersih di Kabupaten Batang....