33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Internet Sehat Tangkal Radikalisme

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Perkembangan teknologi telah memudahkan kegiatan berkirim pesan, termasuk dalam membagikan ide-ide radikalisme. Untuk menghindari arus radikalisme dan terorisme, diperlukan peran aktif generasi muda dalam berjejaring di dunia maya.

”Salah satunya dengan basis pemikiran berinternet sehat. Itu dapat menjadi modal dalam mengurangi berita bohong atau hoax yang cepat tersebar,” kata dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, M. Rikza Chamami saat mendeklarasikan Cyber Aswaja Jateng di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jumat (30/12).

Persebaran pesan-pesan hoax di dunia maya, kata dia, jika tidak ditanggapi dengan baik dapat mengganggu nasionalisme dan melahirkan ideologi sumbu pendek. Sehingga, sudah saatnya generasi muda di Jateng melahirkan pasukan media sosial untuk membendung arus radikalisme dan terorisme. ”Karena dalam memanfaatkan media sosial tentunya dibutuhkan kecerdasan dari penggunanya,” tegas Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang ini.

Sementara itu, Munawir Aziz dari PP Lembaga Ta’lif Wan Nasyr mengatakan, mengenai konten-konten yang ada di dunia maya, selain mengedepankan konten keagamaan juga harus memperbanyak tema tentang kebangsaan. Hal ini sebagai upaya untuk merekatkan masyarakat menjadi Indonesia dengan bingkai persatuan dan kesatuan.

”Produksi tulisan-tulisan seputar Islam damai dan nilai kebangsaan dengan basis Pancasila harus diperkuat juga. Dengan banyak tulisan yang bernilai kebangsaan, maka arus radikalisme akan pudar dengan sendirinya,” katanya. (sga/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bola ENAK Asah Multisensori

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Empat mahasiswa FKIP UM Magelang melakukan inovasi dengan membuat permainan multisensor yang memacu kecerdasan dan tumbuh kembang anak lewat bola. Mereka menuangkan ide...

 Bangun Shelter Baru

PEKERJA sedang menyelesaikan pembangunan shelter Bus Rapid Transit (BRT) di Jalan Siliwangi Semarang, Selasa (4/4). Pembangunan shelter tersebut dilalukan untuk menggantikan shelter portable agar...

Nelayan Jateng Diminta Tak ke Mimika

SEMARANG – Legislator Jateng meminta nelayan dari provinsi ini tidak melakukan penangkapan ikan di perairan sekitar Mimika, Papua hingga situasinya kondusif. Saat ini situasi...

Patung Dewa Obat Hanya Dikirab, Bukan Dicuri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Patung atau Kongco Hian Thian Siang Tie (Dewa Obat) yang berada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Grajen, Semarang, yang dikabarkan sempat raib, ternyata tidak...

Pengumuman Pegawai Non ASN Disdik Kacau

“Memang ada kesalahan yang faktor utamanya adalah kelelahan. Kami saat itu berusaha mengejar target supaya bisa diumumkan Jumat (29/12) lalu.” Bunyamin - Kepala Dinas Pendidikan Kota...

Hendi: Santri Identik dengan Kesantunan

SEMARANG- Sebanyak 374 santri dari 20 pondok pesantren (Ponpes) di Kota Semarang berkumpul di lapangan Ponpes Al Uswah, Desa Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Senin (18/12). Mereka berkumpul...